Surga Berada di Bawah Telapak Kaki Seorang Ibu

Assalamualaikum Wr Wb



Ustadz, saya sering mendengar lafal hadits seperti ini, "Aljannah tahta aqdaamil ummahaat," yang berarti surga itu dibawah telapak kaki ibu. Apakah hadits tersebut shahih? Soalnya saya kerpa mendapati para khatib menyebut-nyebutnya, di sisi lain, ada juga yang mengatakan hadits ini dha’if. Jadi mana yang benar ustadz?

Jawaban:

Waalaikumsalam Wr Wb

Hadits dengan lafaz yang disebutkan dalam pertanyaan, diriwayatkan oleh Anas bin Malik, dari Ali bin Ibrahim al-Wasithy dari Mansur bin al-Muhajir dari Abu al-Nadhr al-Abaar dari Anas. Menurut ulama hadits, ini adalah hadits dha’if yang termasuk ke dalam hadits mungkar sebab diriwayatkan oleh perawi yang lemah dan berlawanan dengan perawi yang dipercaya (tsiqoh).

Abu al-Nadhr dan Mansur bin al-Muhajir dalam sanad Hadits ini adalah orang-orang yang tidak dikenal. Ada hadits lain yang senada, yaitu "Aljannah tahta Aqdaamil Ummahaat man syi’na adkhalna wa man syi’na akhrajna." Artinya, Surga itu berada di bawah telapak kaum ibu. Siapa dikehendaki-Nya maka dimasukkan-Nya (ke surga), dan siapa yang dikehendaki-Nya maka dikeluarkan-Nya (dari surga).

Hadits dengan lafaz ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu’afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha’, dari Abul Malih, dari Maimunn bin Mahran, dari Abdullah bin Abbas. Al-Uqaili kemudian mengatakan ini adalah hadits mungkar.

Sebagai penggantinya, gunakanlah hadits yang diriwayatkan Nasa’i, Ahmad, Thabrani, Baihaqi, al-Hakim dan al-Khatib melalui Ibn Juraij dari Muhammad bin Thalhah bin Abdurrahman dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasannya Jahimah pernah datang menemui Nabi, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu."

Beliau berkata, "Apakah engkau masih mempunyai ibu?" Ia menjawab, "Masih." Lalu, beliau berkata, "Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya karena sesungguhnya surga itu dii bawah kedua kakinya." Menurut Albani, hadits diatas sanadnya hasan. Wallahu a’lam bish Shawab.

Post a Comment