Tragedi Ucapan Sarkozy dan Obama, Gedung Putih Kewalahan Menghadapi Kritikan



Suaranews - Kisah bocornya obrolan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, dan Presiden Barack Obama, masih berlanjut. Setelah obrolan keduanya dibocorkan media Prancis, giliran Gedung Putih yang kelabakan. "Catatan kami menunjukkan dengan jelas tentang komitmen Presiden (Obama) kepada Israel dan ia telah menjalin kerja sama yang sangat erat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu," kata deputi penasihat keamanan nasional AS, Bin Rhodes, Rabu (9/11).

Tanpa menyebut-nyebut komentar "pembohong" yang ditujukan kepada Netanyahu, Gedung Putih pun menekankan bahwa Obama berjuang demi kepentingan Israel selama KTT G20 lalu. "Sejauh ini isu Timur Tengah dibahas di G20. Presidenlah yang menentang keanggotaan Palestina di badan-badan PBB," tambah Rhodes.

Insiden ini terjadi 3 November dalam pertemuan G20 di Cannes, Prancis. Percakapan dimulai ketika Obama mengeluh karena Prancis tidak memberi informasi sebelum menyetujui keanggotaan Palestina di UNESCO, 31 Oktober lalu. "Saya tidak tahan Netanyahu. Ia pembohong." kata Sarcozy dalam bahasa Prancis dan tertangkap teling wartawan.

Obama tak menangkis ucapan Sarkozy ini. Ia malah mengatakan, "Anda mungkin muak terhadapnya, namun saya harus berurusan dengan dia setiap hari."

Petikan ucapan Sarkozy ini tertangkap lewat headphone penerjemah yang dipasang sejumlah wartawan. Biasanya Headphone baru dinyalakan dan penerjemah mulai bertugas saat konferensi dimulai.

Awalnya, para wartawan sepakat tidak menyebarluaskan percakapan ini dengan alasan menghormati Sarkozy. Namun petikan pembicaraan itu akhirnya dimuan laman Arretsur Images, selasa lalu.

Direktur Anti-Defamation League (ADL) Abraham Foxman mengutuk keras komentar dari perbincangan Obama dan Sarkozy. Menurut Foxman, insiden itu tidak dapat diterima bagi pejabat AS dan Prancis yang membbuat "Pernyataan meremehkan" tentang Netanyahu.

Kritik keras juga datang dari presiden dari Partai Republik, Mitt Romney. "Kejadian ini membuktikan Obama tidak menghormati hubungan khusus AS dengan Israel," katanya.

Komentar Romney ini dengan cepat dibalas kandidat presiden dari Demokrat, Rick Perry.

Menurutnya, pernyataan Obama mungkin saja ada hubungannya dengan program senjata nuklir Iran dan Obama butuh merespons dengan gerak menentang Suriah dan Iran.

Pada era pemerintahan George W Bush, Pemerintah Israel menikmati hubungan yang sangat dekat. Namun, Obama sejak awal melihat Israel secara lebih kritis. Sikap ini diperkirakan bisa menurunkan dukungan suara warga Yahudi AS dalam pemilihan umum 2012. Saat ini, komunitas Yahudi terbesar di luar Israel berada di AS.(rb/suaranews)

Opini:

Sesungguhnya setiap orang yang bersepakat untuk melakukan kezhaliman, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang terpecah. Yah begitulah tabiat orang kafir, mereka akan saling membenci walaupun didalam mulut mereka manis ucapan persaudaraan. Mereka adalah orang-orang yang terputus dalam tali persaudaraan, karena itulah memang hakekat mereka.

Post a Comment