Pendiri WikiLeaks Mengatakan Bahwa Internet Sudah Menjadi "Mesin Pengintai" Yang Hebat


Suaranews - Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengecam sebuah media asal Washington, Mainstream dan beberapa bank serta Internet itu sendiri ketika berbicara diantara wawancara pada wartawan asal hongkong senin kemarin (28/11), melalui jaringan video dari sebuah rumah tahanan di Inggris.

Terlihat ceria, karena menerima penghargaan atas jurnalisme dari Organisasi Walkley yang sangat bergengsi di Australia pada minggu (27/11). Julian Assange berbicara pada KTT Berita Dunia sesaat ketika sebelum ditangkap oleh polisi.

Dia memberikan pembelaan haknya sendiri, dengan menyebut dirinya adalah seorang jurnalis dan selanjutnya WikiLeaks akan melanjutkan "pertempuran" untuk memastikan bahwa internet tetap tidak berubah menjadi alat pengawasan yang bebas disebarluaskan mengenai informasi pemerintahan dan perusahaan.

"Tentu saja saya seorang wartawan, (maaf) Sialan!" jawabnya dengan marah terlihat frustasi saat terpengaruh dengan moderator di konferensi ketika ditanya mengenai profesi (anggota) wartawannya, Julian Assange.

Dia mengatakan catatan yang ditulis sendiri untuk membicarakan dirinya, berpendapat bahwa satu-satunya alasan orang untuk terus bertanya mengenai profesi jurnalisnya, karena profesinya itu ia akan dibungkam oleh Amerika Serikat.

"Pemerintah AS tidak menginginkan perlindungan hukum bagi kami," katanya. mengacu pada penyelidikan Kehakiman AS di Departemen Whistle-blower sebuah website yang merilis dokumen-dokumen diplomatik dan rahasia militer.

Mantan Hacker itu juga mengkritik para jurnalis dan media utama lantaran terlalu nyaman dengan organisasi dibaliknya yang kuat dan rahasia, padahal mereka seharusnya memegang account mereka sendiri.

Dalam pidato sekitar 40 menit, ia juga menuduh beberapa perusahaan kartu kredit seperti Visa dan Mastercard dengan cara ilegal memotong pemasukan WikiLeaks dari dana sumbangan atas kesepakatan rahasia dengan Gedung Putih.

"Masalah yang harus diputuskan dalam pengadilan terbuka diputuskan dalam ruang rahasia di Washington," katanya.

Internet itu sendiri telah menjadi "mesin pengintai yang paling efektif dan signifikan yang pernah kita lihat," kata Julian Assange dalam referensi untuk sejumlah informasi seseorang dalam memberikan "sesuatu" kepada orang lainnya secara online.

"Ini bukan jaman transparansi di semua tempat, jumlah informasi rahasia lebih dari sebelumnya," katanya, menambahkan bahwa informasi mengalir dari dalam tetapi tidak mengalir dari luar pemerintahan dan organisasi yang kuat lainnya.

"Saya melihat sebenarnya adalah pertempuran bersama kami. Tekonologi ini memberikan dan teknologi ini juga yang membuang," tambahnya.

Julian Assange sekarang masih berada di rumah tahanan di Inggris sambil menunggu hasil dari permintaan ekstradisi Swedia atas klaim pemerkosaan dan kekerasan seksual yang dilakukan pada dua orang wanita oleh Julian Assange. Julian Assange mengatakan, bahwa di adalah korban kampanye kotor.(ea/suaranews)

Hutan Kita, Adalah Apotek Hidup Raksasa Dunia


Hutan tropika Indonesia terdiri atas pelbagai tipe ekosistem dan merupakan gudang keanekaragaman hayati. Seperti apotek hidup raksasa, Guru Besar Departemen Konsevasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertania Bogor (IPB) Prof Ervizal AM Zuhud mengungkapkan, ribuan jenis tumbuhan terdapat di dalamnya dan berguna bagi kesehatan yang bisa menghemat puluhan triliun rupiah untuk belanja obat impor.

"Ada 2.039 jenis tumbuhan obat yang berguna untuk menyehatkan dan mengobati berbagai macam penyakit manusia maupun hewan ternak dan 239 jenis tumbuhan pangan," kata Ervizal, yang biasa di panggil Azmu, di Kampus IPB Baranengsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

Ia menegaskan, obat-obat farmasi yang dipakai di sarana kesehatan di Indonesia lebih dari 90 persen berasal dari impor. Data yang diperolehnya hingga tahun ini, nilai dari impor obat-obatan tersebug adalah sekitar Rp 38 triliun.

Sedangkan, jika merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Juni 2011, nilai impor pangan Indonesia telah mencapai setara Rp 45 triliun. "Hal ini semua menunjukkan bahwa di Indonesia telah terjasi disconnect antara kebijakan pemerintah dan harapan rakyat petani," kata Azmu.

Menurut dia, dengan ribuan jenis tumbuhan obat dari hutan dan lebih dari 200 jenis tumbuhan pangan, jika dimanfaatkan secara optimal, pasti mampu mendukung kedaulatan obat dan kesehatan anak bangsa dan juga pangann. "Asal didukung dengan kebijakan pemerintah yang pro rakyat, terintegrasi, seperti yang dikemukakan pahlawan nasional Tan Malaka pada 1943 bahwa ekonomi, politik, pendidikan, dan iptek itu satu paduan yang tidak boleh dipisah-pisahkan," katnaya menegaskan.

Dikemukakannya bahwa hutan sebagai pendukung kesehatan hidup manusia yang bernilai tinggi mulai disadarai saat setelah hutan tropika banyak mengalami kerusakan dan kepunahan, serta banyaknya timbul penyakit baru pada masyarakat manusia. "Jadi, sepatutnya, hutan ke depan dibangun dan dikelola bersama masyarakat tani hutan yang menghasilkan multiproduk, baik kayu maupun nonkayu, termasuk komoditas pangan dan obat huta dengan pendekatan multisistem silvikultur agro forest industry. Masyarakat tani lokar sebagai pelaku utamanya," tuturnya.

Menurut dia, saat ini, penduduk Indonesia sebagian besar hidup di kampung yang tersebar di 73.067 desa. Lebih dari 50 persen dari desa tersebut berada di dalam dan di sekitar kawasan hutan yan gdihuni lebih dari 550 etnis. Untuk itu, ia menawarkan konsep pengembangan kampung atau desa konservasi hutan keanekaragaman hayati pangan dan obat dengan sudut pandang berbasis kemandirian masyarakat kecil lokal.

Ia menyebutkan, sejara dan fakta telah membuktikan, hal ini dapat mendukung kedaulatan pangan dan obat keluarga 9Poga) desa di Indonesia. Selain itu, berpotensi mampu bertahan menghadapi dampak ancaman krisis baru ekonomi dunia apda era globalisasi. Ini sesuai dengan pendapat pakar agroekologi dari Inggris, Mulvany (2010), yang menyatakan bahwa masyarakat kecil tradisional sejak dahulu telah memiliki kedaulatan pangan karena mereka bertani secara agroekologi.(rb/suaranews)

Penciptaan Berbagai Macam Alat Pertanian Dari Insinyur Muslim


Penemuan ilmu alat pertanian ikut berkembang pada abad keemasann Islam. Para Insinyur Muslim berhasil menciptakan alat-alat pertanian seperti berikut ini.


Bajak
Sejarawan al-Maqrizi mencatat, bajak digunakan sebagai alat untuk menggemburkann tanah sebelum melakukan penanaman dan penaburan benih. Sejarawan Al-Marqasi, seperti ditulis al-Hassan dan Hill, digunakan para petani sebelum menanam tebu. Biasanya petani Mesir membajak tanah sebaganyak enam kali sebelum menanam tebu.

Pada era Islam, bajak dibuat dari besi dan bentuknya bergerigi. Insinyur pertanian Muslim telah mampu membedakan teknik membajak tanah di berbagai jenis lahan.

Mereka juga menulis kitab-kitab pedoman pertanian, seperti kitab al-Filaaha al-Nabatiya kaya Ibnu Wahsyiyya.

Berkembangnya kebutuhan, para insinyur Muslim pun terus berupaya membuat rancangan bentuk bajak. Bahkan, peradaban Islam sudah mampu menciptakan bajak cakram yang sesuai dengan jenis tanah.

Garpu dan Garu
Garpu merupakan salah satu alat yang juga digerakkan oleh binatang. Ia berfungsi untuk memecahkan bongkahan tanah yang menutupi benih. Alat ini digunakan setelah proses pembajakan tanah. Menurut al-Hassan dan Hill, para petani Muslim memiliki berbagai macam rancangan, seperti al-mijarr dan al-mislafah. Keduanya berupa balok bergigi untuk menggaru lahan. Al-Mijarr serta dua pasang tali pengikat.

Sedangkan al-Maliq terbuat dari papan kayi yang dibuat melebar dan ditarik oleh seekor lembu. Al-maliq digunakan untuk meratakan alur yang dibuat oleh mata bajak untuk menanam beni. Kedua jenis garpu itu masih digunakan di beberapa negara Islam di belahan dunia dan ini merupakan bukti begitu luasnya kontribusi teknologi pertanian zaman keemasan.

Selain itu, ada pula alat bernama garu. Alat ini merupakan alat tangan yan terbuat dari kayu: Fungsinya untuk menyisir tanah dan menutpi benih. Salah satu jenis garu pada masa itu bernama al-musyt. Alat ini berupa batang menyilang dengan gigi-gigi dan sebuah kayu pegangan di bagian tengahnya.

Sekop dan cangkul
Para petani Islam pun berhasil menciptakan alat untuk menggali tanah, seperti seop atau al-misyat. Alat ini digunakan untuk menggalir lahan yang tidak memerlukan bajak, seperti lahan perkebunan sayur dan buah-buahan. Saat itu juga sudah dikenal sekop jenis lain bernama al-mijnah atau al-mijrafah yang digunakan untuk mengangkat tanah hasil penggalian. Petani zaman itu juga menggunakan cangkul untuk menggali tanah, yang salah satu jenisnya bernama al-miza’ah.

Sabit
Para petani Islam berhasil mengembangkan alat untuk memanen, berupa sabit atau bilah. alat ini memiliki berbagai jenis, ada yang bergigi dan ada yang tidak, pada ujung pegangannya dan ada yang melengkung ke depan sepanjang arah sikatan.

Pengerikan dan penampian
Setelah memanen, proses selanjutnya yang dilakukan para petani adalah pengerikan. Proses ini dilakukan di pinggir desa. Di tempat itu sudah terdapat butiran gandum yang disusun berumpuk melingkar di ladang.

Menurut al-Hassan dan Hill, terdapat tiga cara untuk mengerik. Salah satunya memanfaatkan hewan peliharaan seperti lembu untuk menggilas tumpukan gandum tersebut. Proses terakhir adalah penampilan yang berfungsi untuk memisahkan dedak dengan butiran gandum.(rb/suaranews)

Memperbincangkan Tentang Islam di Eropa


Suaranews - Sebuah pertemuan digelar di Stutgart, Jerman, pekan lalu. Cendekiawan dari berbagai negara hadir mencurahkan pemikirannya. Mereka membincangkan bagaimana mestinya Islam di Eropa, minoritas Muslim yang jumlahnya kian membengkak menjadi pembicaraan nasionnnal.

Peristiwa 11 September 2011 di Amerika Serikat, memicu munculnya pandangan di Eropa bahwa Islam tak sesuai dengan nilai-nilai mereka. Mereka pun menyimpann keyakinan bahwa Islam tak mampu hidup berdampingann dengan demokrasi. Armina Omerika, pakar Islam dari University of Bochum, Jerman, mengusulkan Bosnia bisa dijadikan model.

Menurut dia, Islam telah lama dipraktikkan di sana di tengah lingkungan yang sekuler. MEreka menjadi mayorita dan mampu hidup berdampingan dengan pemeluk Katholik, Kristen Ortodoks, dan Yahudi. Keragaman ini berlangsung sekitar 130 tahunn lamanya. Juga ada kebijakan institusionalisasi Islam pada level tinggi. Misalnya ada struktur keagamaan dengan keberadaann mufti besar.

Struktur itu seperti yang berlaku di kalangan Kristen. Ia meyakini, adanya organisasi seperti itu membuat Islam bisa lebih diterima di Eropa. "Institusionalisasi akan dilihat sebagai hal yang dianggap umum di Eropa. Jika Islam diinstitusionalisasikan, mereka menganggaapnya paralel dengan organisasi agama yang ada di gereja-gereja mereka," katanya seperti dikutip Deutsche Welle, Jumat (25/11) lalu.

Jika merunut waktu, pada 1990-an, pakar politik Jerman bernama Bassim Tibi memperkenalkan istilah Euroislam. Maknanya, memadukan prinsip-prinsip Islam dengan nilai dan budaya modern Eropa. Namun, Karem Oktem dari European Studies Centre, Oxford, Inggris, tak sepakat dengan konsep itu dan mengatakan itu tak berguna. Sejumlah pakar lainnya juga berpandangan sama.

Ia punya alasan kuat. Islam, jelas dia, bukanlah elemen asing di Eropa. Jadi, ia berkesimpulan masalah utamanya adalah berkembangnya asumsi bahwa Islam merupakan sesuatu yang asing dan berbeda. "Islam dianggap bukan berasal dari Eropa," ujarnya. Dari Sini, banyak orang yang kemudian mendorong agar Islam dinasionalisasi atau Eropanisasi.

Intinya bukan itu, melainkan pengakuan. Oktem menjelaskan, selama berabad-abad Islam sudah ada di Eropa. Bosnia, kata Oktem, bukan satu-satunya contoh soal eksistensi Islam itu. Tapi, ada negara Eropa lainnya, sebut saja Turki, Albania dan Bulgaria. Jangan lupa juga, ada Tatar yang hidup di Polandia lebih dari 600 tahun lamanya. Kini, jumlahnya satu persen dari total populasi.

Adam Was, pakar Islam dari Catholic University, Lublin, Polandia, mengatakan, Muslim yang sekarang datang ke Polandia merupakan gelombang kedua.

Mereka adalah pelajar dari berbagai negara di Arab yang masuk ke Polandia pada paruh kedua abad ke 20. Ada pula dari negara lainnya. Sebagian besar dari mereka menikah dan membentuk sebuah keluarga di negeri ini.

Jadi sangat beragam. Mereka ada yang datang dari Aljazair, Albania, Bosnia, Pakistann, dan Iran dengan membawa serta kultur dan tradisi agamanya masing-masing. Ia sepakat mungkin terwujud satu Islam Eropa seperti dengan mengusung Bosnia sebagai model. Namun, ia memandang masih ada alternatif.

Bisa saja, ujar Was, menghadirkan Islam dengan ’cita rasa’ Eropa, seperti yang terjadi di wilayah dunia lainnya. Ia menyebut ada Islam Afrika yang berbeda dengan Islam Asia Tenggara. "Kita membutuhkan Islam dengan karakteristik Eropa yang menyertainya, di antaranya demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan beragama," ujarnya.

Muslim yang lama berada di Eropa, kata Was, memungkinkan mengerahkan upaya untuk merealisasikannya. Muslim di Eropa juga selama ini berusaha untuk beritegrasi dengan masyarakat yang lebih luas. Mereka mengundang, non-Muslim ke masjid untuk mengetahui lebih jauh soal Islam, termasuk ibadah yang mereka jalankan di masjid. (rb/suaranews)

Hak Bagi Anak Yatim


Oleh: Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Ka’ab bin Malik RA berkata, ’Masalah pertama yang menyebabkan Abu Lubabah tercela adalah karena dia dan anak yatim berselisih tentang dahan banyak tangkai (yang disenanginya)." Keduanya mengadu kepada Rasulullah SAW dan beliau memenangkan Abu Lubabah. Anak yatim tersebut menangis. Lalu Rasul bersabda, "Wahai Abu Lubabah, berikanlah dahan itu untuknya." Abu Lubabah keberatan. Rasulullah SAW mengulangi permintaan, "Berikanlah dahan itu kepadanya dan kamu akan mendapatkan surga."

Tapi, Abu Lubabah tetap menolak. Tidak lama kemudian datanglah Abu Dahdah menghampiri Abu Lubabah seraya berkata, "Juallah dahan itu dengan dua kotak kebunku." Abu Lubabah menerimanya.

Lalu, Abu Dahdah membawa dahan itu kepada Rasulullah SAW. Ia berkata, "Wahai Rasul, jika aku berikan dahan ini kepada anak yatim itu, apakah aku akan mendapatkan semisal dahan ini di surga." Nabi SAW mengiyakannya. Maka, dahan itu diberikan kepada anak yatim itu, dan Rasul bersabda, "Betapa banyak dahan wangi yang dimiliki Abu Dahdah di surga kelak." (HR Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Hibban).

Hadis ini menggambarkan betapa besarnya perhatian Rasulullah terhadap anak yatim, kalau kita telusuri ajaran Islam, kita dapatkan aneka cara dalam memperlakukan hak anak yatim.

Pertama, berbuat baik kepada anak yatim merupakan akhlak Islam yang agung bahkan dijadikan sebagai amalan paliniig utama dan paling suci. (QS al-Baqarah 177). Sebelum Islam datang, anak yatim tak mendapatkan perhatian apalagi santunan yang layak. Lalu, Islam memuliakannya dan melaranng untuk mengeksploitasinya. (QS al-An’am 152-153, al-Isra’ 34).

Memakan harta anak yatim merupakan salah satu dosa besar dan penyebab masuk neraka. Rasul SAW bersabda, "Jauhilah tujuh dosa besar, yakni menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkann kecuali dengna hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita mukmin yang lalai." (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua Alquran melarang penghinaan dan menyakiti anak yatim. (QS al-Fajr 15-23, ad-Dhuha 9, al-Ma’unn 1-3). Dan ketiga, Alquran memerintahkan supaya kita memuliakan anak yatim dan balasannya adalah surga. (QS al-Insan 8-22).

Keempat, Nabi telah menegaskan bahwa anak yatim dan wanita lemah adalah golongan yang harus diperhatikan dan dipelihara. Abu Syureih al-Khuza’i meriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah, aku merasa berat dengan hak dua kelompok lemah ini, yaitu hak anak yatim dan hak perempuan." (HR an-Nasa’i).

Kelima, Islam menegaskan bahwa penyantun dan penjamin anak yatim akan menjadi teman dekat Rasulullah di surga. "Aku dan penjamin anak yatim berada dalam surga seperti telunjuk dan jari tengah. Rasul mengisyaratkan dengan dua jari tengah dan menjarangkan jari-jari lainnya. (HR Bukhari dan Ahmad).

Keenam, rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, tetapi dihinakan. Dari sini, ktia wajib menyantuni anak yatim dan memperhatikan hak-hak mereka, bukan saja aspek material, melainkan juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial dan spiritual

Dialog Eksklusif Dengan Petinggi Partai Islam (Partai Keadilan dan Pembangunan) Maroko Setelah Kemenangannya


Kemenangan yang luar biasa atas Partai Keadilan dan Pembangunan dalam pemilu legislatif di Maroko setelah lahirnya konstitusi baru sangat diharapkan, tetapi perayaan dan kegembiraan di markas partai Islam dan diseluruh Maroko masih menunjukkan eksistensi kejutan menganai peranan Islam yang sangat kuat, beberapa pengamat mengatakan, bahwa berbagai partai tidak mengira kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan mencampai angka yang fantastis.

Ini masih harus dilihat bagaimana pemerintah baru mengenai tahap perkembangan di panggung politik maroko. Al Arabiya berkesempatan pertama dalam wawancara dengan petinggi Partai Keadilan dan Pembangunan, Abdil Ilah bin Kiran seusai perhitungan dan keputusan mengenai kemenangan partai tersebut.

Partai Keadilan dan Pembangunan telah memenangkan pemilu dengan sangat fantastis dan menjadi mayoritas yang tentunya memerlukan perjuangan yang besar untuk membuktikan bahwa Islam mampu memerintah dengan baik.

"Partai Keadilan dan Pembanungan akan berusaha bekerja untuk yang terbaik bagi rakyat Maroko dan akan berusaha menjadi partai panutan di dunia Arab dan muslim." Jawab Abdel Ilah Bin Kiran.

Kekhawatiran terbesar beberapa kalangan adalah ketika kaum islamis telah memegang kekuasaan dan membuat kekuasaannya sebagai bentuk emosi kepercayaan Islamnya, sebagaimana dikhawatirkan beberapa pihak.

Kekhawatiran seperti itu memang beralasan, tetapi sangat memperihatinkan karena kita, Maroko berpenduduk Umat Islam, tentu hal yang sangat tidak bertanggung-jawab jika tidak berislam.

"Namun, pemerintahan baru yang diberikan kepada kami adalah amanah. Kita berusaha untuk fokus pada pemerintahan dan sebagai partai politik, kami tidak mengklaim lebih baik dan lebih religius. Agama milik masjid dan satu sama lainnya memiliki keyakinan madzhab yang berbeda-beda, kami menghormati itu dan tidak akan ikut campur dalam kehidupan keimanan pribadi seseorang."

Abdel Ilah Bin Kiran membantah jika partainya memaksakan seorang wanita agar mengenakan Jilbab di negara tersebut.

"Sudah kami sampaikan bahwa itu urusan pribadi sesorang, jika kita ingin memaksakan mengenai jilbab tentu bisa jadi partai ini akan gagal. Hidayah itu milik Allah, dan jilbab adalah termasuk didalamnya, biarlah urusan Jilbab itu kami gantungkan kepada Allah SWT. Kami berusaha untuk tidak akan mencampuri pilihan rakyat dalam masalah tersebut, kami tidak akan memaksakan kehendak kami."

Ketika ditanya mengenai pemilihan parlemen Maroko yang adil dan terhindar dari resiko yang bisa jadi sebuah revolusi untuk menggulingkan monarki, Abdel Ilah Bin Kiran mengatakan bahwa struktur Maroko itu berbeda dalam arti sebenar-benarnya Monarki, karena baik sistem monarki (raja) dan pemerintahan terpilih bisa bekerja sama untuk menjaga stabilitas negara.

"Raja adalah kepala negara. Bagaimana cara kepala pemerintah akan bekerja dengan raja adalah hal yang lebih penting. Hal ini mungkin tampak terlihat aneh dan bermasalah. Tetapi kami optimis bisa."

Abdel Ilah Bin Kiran juga membantah asumsi kebangkitan partai Islam pasca pemberontakan di wilayah tersebut merupakan indikasi dari sebuah pengembalian dari negara agama.

"Negara agama telah lama pergi, jika Allah SWT berkehendak akan kembali, maka dia akan kembali dengan sendirinya. Partai ini lebih fokus pada membangun Maroko, biarlah urusan agama kita kembalikan kepada Allah SWT"

Mengenai pembentukan pemerintah, Abdel Ilah Bin Kiran mengatakan bahwa Partai Keadilan dan Pembangunan akan membentuk koalisi dengan beberapa pihak.

"Kita berusaha untuk membangun Maroko bersama-sama, ini tentu dibutuhkan elemen-elemen lain sebagaimana seperti koalisi dengan partai lain, ini sangat kita butuhkan"

Sebelum pengumuman hasil pemilu, Abdel Ilah Bin Kiran menyatakan bahwa ia akan membentuk pemerintahan yang terbaik, maka itu dibutuhkan para pemuda yang juga ikut dalam mengambil bagian pemerintahan Maroko kedepan.

"Aku tidak bisa melihat diriku menuju pembangunan pada sebuah negeri, jika yang kita lihat hanya sekelompok menteri yang lebih tua daripada saya," katanya pada harian Maroko Akhbar Al-Yourn.(ea/suaranews)

Pengaruh Jamaah Tabligh Diantara Kontroversinya


Mungkin kita tidak akan pernah melihat pembicaraan mengenai isu politik di Jamaah Tabligh ini, namun kita pasti akan melihat betapa gigihnya ekspedisi yang sering dilakukan, hingga menembus daerah kecil yang susah dijangkau, semua itu oleh jamaah ini dalam berdakwah (Jamaah Tabligh).

Didirikan di India pada tahun 1926, Jamaah Tabligh (selanjutnya disingkat JT) telah menjangkau pelosok daerah hingga sampai pada seluruh dunia. Jamaah Tabligh secara harfiah bisa disebut dengan "Masyarakt yang diperuntukkan menyebarkan keimanan kepada masyarakat lainnya". Di Negeria JT memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan keagamaan masyarakat Nigeria. Sarat dengan nilai Sufi yang merupakan penjaga Islam di Negeria selama berabad-abad, JT mampu mengambil hati masyarakat Muslim Nigeria dengan kesufiannya.

Pusat JT seluruh dunia adalah di New Delhi, dan tempat dari negara lain terdapat juga beberapa tempat pusat JT masing-masing. Markaz, sebutan untuk tempat berkumpulnya JT. Di Markaz inilah mereka membuat berbagai strategi dan merupakan basis utama dalam sebuah pergerakannya. Di Negeria terdapat dua Markaz JT yang berada di Masjid Noor di Araromi Ilorin, Kwara Negara dan di Hamza Oshodi sebuah masjid pusat di Sabon Gari, Kano Negara.

Sejak gerakan JT datang pertama kali ke Nigeria pada tahun 1956 yang dipimpin oleh Hassan Badawi, telah tercatat pertumbuhan yang besar dan ekspansi dalam kegiatan yang kuat. Kegiatan JT di Negeria telah diperluas melalui ta’lim awan dan bayan yang selanjutnya pada khuruj dan antara lain juga zikir. Saat ini, Khuruj (keluar) merupakan sebuah kewajiban bagi JT, terlepas juga kontroversi mengenai kegiatan ini di Negeria.

Khuruj merupakan prinsip keenam dari JT, hal ini sudah ditetapkan oleh pendirinya Syaikh Muhammad Ilyaas. Hal ini adalah perjalanan keluar menuju kesebuah desa-desa, daerah, wilayah hingga bahkan sampai pada perjalanan keluar negeri. Tugasnya adalah menyampaikan dakwah pada masyarakat setempat. Lama Khuruj berbeda-beda, ada yang selama satu hari dalam sepekan, ada yang tiga hari dalam sebulan, hingga empat puluh hari dalam setahun dan empat bulan dalam seumur hidup anggota.

Dr Oladimeji Latif Folorunsho, salah satu peneliti dan dosen di Universitas Al-Hikmah di Ilorin yang bergelar Ph.D, mempunya tesis berjudul "Tren Dakwah Dalam Islam: Sebuah Studi Kasus di Negeria Mengenai Jamaah Tabligh". Menerangkan kepada Islam Online tentang kegiatan-kegiatann dari JT di Nigeria adalah merupakan murni dakwah. Kelompok ini datang bersama-sama untuk berbicara tentang Al Quran, Sunnah Nabi dan mengundang orang untuk shalat berjamaah. Mereka ini tidak suka duduk atau pergi di Stasiun radio dan televisi untuk menyebarkan dakwahnya, tetapi dengan langsung datang kerumah masing-masing untuk mengajari orang tentang Islam. Sejalan dengan slogan pendiri gerakan tersebut, Syaikh Maulana Muhammad Ilyaas mengatakan, "Hai Muslim, menjadi Muslim yang baiklah". Tujuaan JT adalah mendorong umat Islam untuk menjadi Muslim yang baik, sadara akan ke-islamannya dengan cara benar dan tanggung jawab mereka terhadap Allah SWT. Serta Muslim yang dapat membela kepentingan Islam kapan saja dan mewakili Islam di mana saja." katanya.(io/suaranews)

Kembali Partai islam Unggul, Dalam Pemilu di Maroko Partai Islam PJD Meraih Kemenangan


Suaranews - Partai Islam, Justice and Development Party (PJD), meraih kemenangan dalam pemilu parlemen Maroko. Demikian hasil yang disampaikan komisi pemilu, Sabtu (26/11). PJD memperoleh 80 dari 282 kursi yang diumumkan sementara. Seluruh kursi berjumlah 395. Ini merupakan kesuksesan kedua bagi partai politik Islam setelah jalan mulus yang diraih An-Nahda di Tunisa belum lama ini.

Diharapkan, hasil penghitungan terakhir membuat mereka meraih 110 kursi. PJD menghadapi persaingan berat dari koalisi delapan partai liberal dan pendukung pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Salaheddine Mezouar. Bila perolehan suara mereka digabungkan, mereka meraih 111 kursi.

Namun, berdasarkan konstitusi baru, partai yang mendulang kursi terbanyaklah yang berkesempatan untuk membentuk pemerintahan baru. PJD kini harus mencari mitra koalisi. Bisa saja mereka bekerja sama dengan apa yang disebut Blok Demokratik, seperti Istiqlal Party atau Union Socialist Progressive Forces. "Kami siap bekerja sama dengan PJD," kata anggota biro politik Istiqlal, Mohammed al-Khalifa.

Pejabat Union Socialits Progressive Forces, Ali Bouabid, mengatakan, terbuka kemungkinan terjalinnya aliansi politik dengan PJD dan ini mesti dibicarakan terlebih dahulu. Ia meminta agar koalisi ini harus dengan fondasi berupa program politik yang kuat. PJD sendiri mempunyai citra bagus dalam pemberantasan korupsi dan mendorong meningkatknya lapangan pekerjaan.

"Ini tanggung jawab yang besar. Tantangan utama adalah untuk memastikan kelancaran transisi dan memenuhi tuntutan reformasi," kata Lahcen Daodi, wakil ketua PJD, merespons keunggulan partainya. Di sisi lain, anggota politbiro PJD, Mustapha al-Kahfi, bersikap hati-hati. Ia tak ingin partai dan pendukungnya tenggelam dalam pesta kemenangan.

"Kami harus menunggu hasil keseluruhan, apalagi ada indikasi terjadi kecurangan oleh sejumlah pihak," kata al-Kahfi. Dalam pemilu Jumat (25/11) lalu, sebanyak 13,6 juta dari 33 juta penduduk terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu ini. Menteri Dalam Negeri Taib Cherkaoui mengatakan penggunaan hak pilih sebesar 45 persen. Pemilu berjalan baik dan persaingan pun bersih. Namun, Driss Yazami, kepala National Council for Human Rights, mengungkapkan, dalam pemantauan pemilu terjadi beberapa kekerasan dan ada pemberian makanan untuk mempengaruhi pemilih. Tapi, kata dia, ini tak berpengaruh pada hasil pemilu secara keseluruhan.(rb/suaranews)

Membangun Generasi Yang Cerdas

Oleh: Dr Abdul Mannan

membangung generasi cerdas Tidak sepatutnya bangsa ini hanya sibuk membahas perilaku pemimpin, pejabat, dan sebagian besar masyarakat ktia yang cenderung mengabaikan nilai-nilai tauhid serta meninggalkan perintah-perintah agama. Kemudian, kita lupa mempersiapkan generasi masa depan.

UUD 1945 menjabarkan bahwa bangsa ini berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan dengan basis Ketuhanan Yang Maha Esa (Tauhid). Sebab, negeri kita sejatinya tidak kekurangan orang pandai di bidang sains dan teknologi. Tapi, negeri ini sedang krisis orang cerdas, yaitu orang yang menjadikan dunia sebagai ladang meraih kebahagiaan di akhirat. Itulah mengapa hari ini, di negeri ini, sebagian ahli hukum justru melanggar hukum, wakil rakyat justru berkhianat.

Rasulullah SAW bersabda; "orang yang cerdas ialah orang yang mampu menahan kehendak hawa nafsunya dan berbuat untuk hidup setelah mati (akhirat)." (HR Turmudzi).

Kriteria kecerdasan yang ditetapkan Rasulullah SAW itu harus menjadi tujuan utama pendidikan generasi bangsa dan selanjutnya menyusul kecerdasan yang lain. Hal itulah yang menjadikan Luqman al-Hakim diabadikan namanya oleh Allah SWT di dalam Alquran.

Allah memaparkan, "Dann (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allahh, sesungguhnya mempersekutukann (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS Luqman 13-17).

Pendidikan tauhid yang dilakukan Luqman al-Hakim menginspirasi para sahabat nabi untuk melakukan hal serupa. Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib RA sama-sama memberikan bekal pendidikan tauhid kepada seluruh putra-putrinya. Umar bin Khattab, misalnya, menjelang ajalnya, ia berpesan kepada putranya, Abdullah. "Wahai anakku sayang, laksanakanlah perilaku-perilaku iman!"

Abdullah, sang anak, bertanya, "Apakah perilaku-perilaku iman itu, wahai ayah tercinta?" Umar menjawab, "Berpuasa di hari-hari yang sangat berat di musim panas, membunuh musuh-musuh Islam dengan pedang, sabar menghadapi musibah, menyempurnakan wudhu di hari yang bercuaca dingin, menyegerakan shalat di hari yang mendung, dan meninggalkan 'lumpur maut." Sang anak bertanya, "Apa lumpur maut itu waha aya?" Umar menjawab "Meminum khamar (mabuk-mabukan)."

Seperti jamak dipahami bahwa hari ini sebagian besar generasi muda bangsa jauh, bahkan asing dengan ajaran agamanya. Sebaliknya, mereka justru akrab dengan khamar, narkoba, pergaulan bebas, dan budaya permisif.

Oleh karena itu, marilah kita rapatkan barisan untuk mendidik generasi bangsa dengan pendidikan tauhid. Hanya pendidikan tauhidlah yang akan mengantarkan negeri ini bebas dari cengkeraman koruptor, terpelihara dari kerusakan alam, juga terhindar dari kehancuran moral yang membinasakan. Wallahu a'lam.

WAMY Dan Pemuda Muhammadiyah Bergabung Perkuat Kewirausahan Pemuda Islam


Suaranews - Pembinaan pemuda Muslim melalui bidang pendidikan dan pendampingan ekonomi saat ini kian gencar. World Assembly of Muslim Youth (WAMY) dan Pemuda Muhammadiyah menggerakkan program tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pemuda Muslim, agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi masyarakatnya.

Direktur WAMY Indonesia, Aang Suandi, menuturkan secara rutin pembinaan dilakukan, yang mencakup pemuda dari organisasi di seluruh Indonesia. Bentuknya berupa pelatihan kepemimpinan, manajemen masjid, dan pelatihan kewirausahaan. "Ini disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mereka," katanya di Jakarta, Jumat (25/11).

Beberapa pelatihan secara spesifik diarahkan untuk menghasilkan pelatih-pelatih andal. Khusus pelatihan kewirausahaan, targetnya adalah pemuda-pemuda yang memang siap untuk terjun ke dunia usaha. WAMY juga melakukan pendampingan langsung dalam praktik wirausaha. Ia mencontohkan program pemberdayaan pemuda di Aceh.

Mereka ada yang sudah mandiri lewat berbagai macam usaha, seperti menjahit. Ia mengatakan untuk menyiasati permasalahan dana dalam menjalankan program ini, WAMY bekerja sama dengan 11 organisasi lainnya. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh P Daulay, ada tiga hal pokok yang menjadi titik berat pemberdayaann yang dijalankan organisasinya.

Konsentrasi pertama, peningkatan pendidikan terutama bagi para kader yang jumlahnya mencari 7,5 juta orang agar berdaya saing. "Kami ingin mereka sukses berkompetisi di kancah nasional, regional, atau bahkan international," ujarnya. Fokus kedua pada pemberdayaan ekonomi. Ia mengatakan, ekonomi menjadi perhatian karena kemandirian finansial melahirkan kader-kader militan.

Diperkirakan, setidaknya 15 persen, kader bergerak di bidang ekonomi dan bisnis. Mereka telah terbukti berdikari dengan mengelola berbagai varian usaha. Tak kalah penting, Pemuda Muhammadiyah pun menggarap sisi pemahaman agama. Ini menjadi konsentrasi ketiga.

Saleh mengungkapkan, hambatan yang masih sering dihadapi ialah kurangnya keseriusan pemerintah memberi dukungan. Minat pemuda berwirausaha, jelas dia, tidak didukung kemudahan akses memperoleh kredit usaha dari pemerintah. (rb/suaranews)

Bukti Bahwa Rasulullah Muhammad SAW Sudah Mengetahui Pulau Sumatra Sejak Dahulu

sejarah sumatra Pulau Sumatra tak diragukan sudah diketahui oleh Rasulullah SAW selama hidup, dan sudah dilalui serta disinggahi para pedagang serta pelaut Arab di waktu itu. Sebagaimana ungkap Prof. DR. Muhammad Syed Naquib al-Attas di buku terbarunya ‘Historical Fact and Fiction’.

Kesimpulan Al-Attas ini menurut inductive methode of reasoning. Metode ini, jelas al-Attas, dapat dipakai para pengkaji sejarah saat sumber-sumber sejarah yang tersedia dalam jumlah yang sedikit maupun sulit diketahui, lebih khusus pula sumber-sumber sejarah Islam serta penyebaran Islam di Nusantara memang kurang.

Terdapat dua fakta yang al-Attas gunakan buat sampai pada kesimpulan di atas. Pertama,  bukti sejarah Hikayat Raja-Raja Pasai yang di dalamnya ditemukan sebuah hadits yang mengatakan Rasulullah SAW menyuruh para sahabat guna berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang bakal terjadi tak lama lagi di kemudian hari.

Kedua, berupa terma “kafur” yang didapati di dalam Al-Qur’an.  Kata ini bersumber asal kata dasar “kafara” yang berarti menutupi. Kata “kafur” juga merupakan nama yang digunakan bangsa Arab untuk menyebut sebuah produk alam yang dalam Bahasa Inggris disebut camphor, atau dalam Bahasa Melayu disebut dengan kapur barus.

Masyarakat Arab menyebutnya dengan nama tersebut karena bahan produk tersebut tertutup dan tersembunyi di dalam batang pohon kapur barus/pohon karas (Cinnamomum camphora) dan juga karena “menutupi” bau jenazah sebelum dikubur. Produk kapur barus yang terbaik adalah dari Fansur (Barus) sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terletak di pantai barat Sumatra. 

Dengan demikian tidak diragukan wilayah Nusantara lebih khusus lagi Sumatra telah dikenal oleh Rasulullah SAW dari para pedagang dan pelaut yang kembali dengan membawa produk-produk dari wilayah tersebut dan dari laporan tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar tentang tempat-tempat yang telah mereka singgahi.

Dalam acara bedah buku “Historical Fact and Fiction” yang baru-baru ini (13/11) diselenggarakan oleh Islamic Studies Forum for Indonesia (ISFI) bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Sulawesi Selatan (PPSS) di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), Prof. DR. Tatiana Denisova, dosen di Departemen Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Akademi Studi Islam di Universitas Malaya Kuala Lumpur Malaysia, mengungkapkan kesetujuannya dengan al-Attas dalam penggunaan inductive methode of reasoning dalam mengkaji sejarah.

Muslimah asal Rusia yang pandai berbahasa Melayu ini setuju dalam masalah ini berdasarkan pengalaman Denisova yang setiap hari menghadapi masalah kurangnya bahan-bahan dan kajian-kajian dalam bidang ilmu sejarah Islam di Nusantara, dan berdasarkan kenyataan konsep sejarah Islam yang tidak berasaskan pada konsep dan falsafah Islam.

Lebih lanjut, mantan staf domestik di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Rusia yang mendorong al-Attas menulis buku tersebut dan membantu al-Attas dalam menyediakan bahan-bahan tulisan untuk penulisan buku tersebut lebih lanjut menjelaskan menurutnya ada empat faktor penyebab minimnya sumber dan kajian sejarah Islam dan sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Pertama, sumber dan karya ilmiah sejarah Islam yang ditulis dalam huruf Jawi/Pego (Arab latin) oleh masyarakat Nusantara tidak begitu terkenal di kalangan ilmuwan Barat karena tidak banyak dari mereka yang pandai membaca tulisan Jawi.

Kedua, banyak sumber sejarah yang hilang atau tidak diketahui keberadaannya pada zaman penjajahan. Ketiga, biasanya sumber-sumber sejarah yang ditulis masyarakat Nusantara dianggap oleh orientalis sebagai artifak sastra, sebagai karya dongeng atau legenda, yang hanya bisa dipelajari dari sudut filologi atau linguistik, dan tidak bisa diterima sebagai sumber sejarah yang sempurna dan benar. Para orientalis hanya membicarakan dan menganalisa gaya bahasa dan genre, tetapi tidak memperhatikan informasi-informasi lain yang berkaitan dengan fakta sejarah berupa aktivitas ekonomi, undang-undang, aktivitas intelektual dan lain sebagainya.

Keempat, karena minimnya sumber dan kajian sejarah Islam Nusantara membuat para ilmuwan Barat hanya menggunakan sumber, kajian dan tulisan dari luar Nusantara termasuk dari Barat. Mereka tidak memperhatikan atau mungkin tidak tahu adanya bahan-bahan dan informasi yang terdapat dalam berbagai sumber sejarah Islam termasuk sumber-sumber sejarah dari wilayah Nusantara.

Spekulatif

Dalam acara bedah buku yang dihadiri 120 orang mahasiswa dan mahasiswi IIUM yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei tersebut, Prof. DR. Abdul Rahman Tang, dosen pasca sarjana di Departemen Sejarah dan Peradaban, Kulliyyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences di International Islamic University Malaysia, selaku pembanding menyatakan kajian sejarah Islam Nusantara yang dilakukan al-Attas dalam buku tersebut sebagian besar bersifat spekulatif.

Muslim Cina warga Malaysia tuna netra yang mengakui kredibilitas akademik al-Attas dalam kajian dunia Nusantara terutama sejarah kedatangan, peradaban dan adat  Islam Nusantara ini menyimpulkan sebagian besar fakta-fakta yang diungkap al-Attas dalam buku tersebut bersifat spekulatif. Salah satu fakta spekulatif tersebut adalah hadits yang terdapat dalam Hikayat Raja Raja Pasai. Menurutnya, fakta-fakta tersebut bisa valid jika telah menjalani proses “verification of fact”. Namun Al-Attas tidak melakukan proses ini terhadap hadits tersebut.

Tang mempertanyakan status hadits ini dan mengkhwatirkan implikasinya terhadap pemikiran masyarakat Nusantara. Menurutnya, al-Attas melakukan inductive methode of reasoning secara tidak konstruktif.

DR. Syamsuddin Arif, dosen IIUM asal Jakarta, selaku pembicara kedua dalam acara bedah buku tersebut mengungkapkan kesimpulan al-Attas di atas logis dan sesuai dengan fakta. Hal ini berdasarkan perjalanan pelaut dan pedagang Arab pada masa Rasulullah saw yang pergi ke Cina. Untuk mencapai negeri Cina melalui laut tak ada rute lain kecuali melalui dan singgah wilayah Nusantara.

Lebih lanjut Arif mengemukakan berbagai teori dan pendapat tentang kapan, dari mana, oleh siapa, dan untuk apa penyebaran Islam di Nusantara beserta bukti-bukti dan fakta-fakta yang digunakan untuk mendukung pendapat-pendapat tersebut. Arif juga menjelaskan ilmuwan siapa saja yang memegang dan yang menentang pendapat-pendapat tersebut.

Di akhir makalahnya, Arif mempertanyakan pendapat J.C. Van Leur yang pertama kali menyatakan bahwa penyebaran Islam di Nusantara dimotivasi oleh kepentingan ekonomi dan politik para pelakunya. Van Leur dalam bukunya Indonesian Trade and Society berpendapat, sejalan dengan melemahnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Sumatera dan khususnya di Jawa, para pedagang Muslim beserta muballigh lebih berkesempatan mendapatkan keuntungan dagang dan politik. Dia juga menyimpulan adanya hubungan saling menguntungkan antara para pedagang Muslim dan para penguasa lokal. Pihak yang satu memberikan bantuan dan dukungan materiil, dan pihak kedua memberikan kebebasan dan perlindungan kepada pihak pertama. Menurutnya, dengan adanya konflik antara keluarga bangsawan dengan penguasa Majapahit serta ambisi sebagian dari mereka untuk berkuasa, maka islamisasi merupakan alat politik yang ampuh untuk merebut pengaruh dan menghimpun kekuataan.

“Namun, benarkah demikian? That’s a problem!” ungkap Arif.

Suasana debat akademis di antara pembicara yang  “pro dan kontra” terhadap karya al-Attas dalam acara bedah buku tersebut cukup memanas tetapi tetap mengedepankan akhlaqul karimah dan mengedepankan rasio dibanding emosi. Begitulah semestinya debat ilmiah para ilmuwan Muslim.

Abdullah al-Mustofa
mustofa96@gmail.com
Peneliti ISFI (Islamic Studies Forum for Indonesia) Kuala Lumpur, Malaysia
Redaktur: Johar Arif

Menjadi Seorang Pendakwah

dai muda Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Ilham

Berdakwah sama wajibnya dengan shalat, zakat, puasa dan haji. Umat Islam digelari Allah SWT sebagai umat pilihan, sebaik-baik umat (khairu ummah, dikarenakan ada amanah mahabesar yang harus diemban yaitu 'amar ma'ruf nahyi munkar, mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. (QS 3:110).

Menjadi seorang Muslim, otomatis menjadi juru dakwah atau mubalig, di manapun, kapan pun dan dalam kondisi begaimanapun. Nabi SAW bersabda, "Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat" dan "Katakanlah kebenaran itu walaupun rasanya pahit/berat." (HR Ibnu Hibban).

Lebih khusus jika kita sudah adalah para pendakwah, Allah memberikan kepercayaan untuk meneruskan risalah para nabi, khususnya Nabi Muhammad SAW. Suatu penghargaan dai. Karena, ujung dari amanah ini adalah kemuliaan dunia akhirat sesuai dengan janji-Nya. (QS Fushilat: 30-33).

Penghargaan Allah terhadap para pendakwah bukan untuk dibanggakan, apalagi ujub (menyombonggkan diri) dengan meremehkan orang lain. Tak pantas seorang yang diberikan kemuliaan sebagai dai melakukan sikap dan perbuatan itu.

Apa jadinya bila para dai saling merendahkan dan meremahkan, tidak saling hormat, tidak ada kewibawaan, tidak ada trust (saling tsiqah), tidak ada etika, tidak menghormati tata susila.

Apa gerangan yang membuat seseorang menjadi sombong atau merasa lebih hebat dari orang lain? Sungguh, tidak ada yang harus dibanggakan. Ilmu yang kita miliki pada hakikatnya milik Allah. Dia mengajarkan kepada kita sedikit dari ilmu-Nya, maka justru ilmu itulah yang seharusnya memberikan rasa takut kepada Allah. (QS Faathir 28).

Atau bangga karena amalan dan aktivitas ibadahnya yang begitu banyak? Bukankah seharusnya semakin tinggi keimanan seseorang dan ketakwaannya, semakin ia merendahkan hatinya, baik ke hadirat Allah SWT maupun kepada manusia, dan rendah hati di hadapan orang beriman dan tegas di hadapan orang kafir. "Rendahkanlah hatimu kepada pengikutmu orang-orang mukminin." (QS asy Syu'ara 215).

Karena dia dai senior? Nabi Muhammad SAW berpesan, "Jika kamu mendengar seseorang berakta semua orang rusak', maka dialah orang yang paling rusak." (HR Muslim). Abdur-Rahman bin Auf sangat disegani di kalangan kaumnya. Namun, kepiawaian dan kesenioran beliau tidak membuat dia tinggi hati, termasuk pada pelayannya sekalipun. Abu Darda' bercerita "... Abdur-Rahman bin Auf sulit dibedakan dengan pelayannya, karena tidak tampak perbedaan mereka dalam bentuk lahiriahnya." Duduk sama rendah berdiri sama tinggi, kira-kira begitulah peribahasa yang sering kita dengar.

Juru dakwah sejati itu uswah, teladan; abid, senang ibadahnya; terjaga tahajudnya, dhuha, selalu dalam keadaan wudhu, tidak menyentuh yang bukan mahram dan terus berzikir. Tsiqah, konsisten antara hati, pikiran, ucapan, dan amalnya. Ia juga istikamah dan ikhlas dalam berdakwah, tak mengharapkan imbalan atau balasan, selain keridaan Allah SWT.

Pendakwah itu balighan (berpikir global), pandai menyesuaikan diri, walau kasih dan dermawan, berani berkata benar, dan perjuangannya selalu mengajak untuk tegaknya syariat Allah. Wallahu a'lam.

Ribuan Kader IM Jordan Demonstrasi

demonstran im_thumb[5]Suaranews - Ribuan Demonstran menuntut reformasi politik guna mengakhiri berbagai kasus korupsi di Jordan.

Demonstran yang berada pada di ibukota Jordan untuk memprotes pemerintahan Jordan dan Suriah. Kelompok demonstran ini adalah kelompok oposisi yang ingin mendorong reformasi dan mengkhiri berbagai praktek korupsi di negeri itu.

Demonstrasi dimulai dari luar masjid Al-Husseini di pusat kota Amman setelah shalat Jum'at(18/11/11), hingga bergerak menuju balai kota sekitar satu kilometer.

Slogan-slogan dari para demonstran bermacam-macam, "Kami ingin mereformasi rezim", "Kami orang-orang yang Ingin Pemerintah terpilih" dan "Kami ingin sistem pemilihan yang adil".

Banyak juga yang meneriakkan slogan-slogan untuk mendukung apa yang mereka sebut sebagai revolusi Suriah, hingga menuntut Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dan menghentikan pembantaian rakyatnya.

"Kami mengutuk pembantaian terhadap rakyat Suriah dan kami meminta pemimpin Suriah untuk menghentikan pembunuhan, dan sebaliknya kita juga menuntut intervensi Arab guna melindungi rakyat Suriah," kata Jamil Abu Bakar, juru bicara Ikhwanul Muslimin Jordan.

Pernyataan ini disampaikan sebelum pawai demonstransi diselenggarakan di konferensi pers Ikhwanul Muslimin dan kebijakan politiknya. Fornt Aksi Islam, juga mengatakan reformasi masih ditunggu yang akan membawa kekuasaan kembali kepada rakyat.

"Kami meminta untuk membasmi dengan serius terhadap korupsi, pejabat yang korup harus diadili, dan menguatkan kembali lembaga regulasi negara," katanya.

Sejak pemberontakan tahun ini yang telah menyapu beberapa daerah, Jordania telah terdesak oleh gerakan protes rakyat mereka sendiri lantaran didorong oleh panggilan untuk reformasi politik dan mengakhiri berbagai praktik korupsi yang sudah meluars.(aj/suaranews)

25 Tahun "Bersembunyi", Ikhwanul Muslimin Libya Siap Kolaborasi Dengan Partai Islam Lainnya

Sulaiman abdel kader Suaranews - Ikhwanul Muslimin Libya telah sangat lama ditekan oleh rezim Muammar Gaddafi, sehingga aktifitasnya benar-benar dipantau oleh pemerintah Muammaf Gaddafi. Baru hari minggu (20/11/2011) pemilihan pemimpin baru Ikhwanul Muslimin Libya bisa dilaksanakan, dan terpilihlah Suleiman Al Kutbi sebagai pemimpin baru.

Setelah kepemimpinan Suleiman Abdelkader, baru saat ini pemilihan pemimpin Ikhwanul Muslimin bisa dilaksanakan. Dari ketetapan dewan syuro' Ikhwanul Muslimin Libya, maka terpilihlah Suleiman Al Kutbi.

Dari hasil syuro' Ikhwanul Muslimin Libya, juga ditetapkan bahwa Ikhwanul Muslimin Libya belum akan mendirikan partai politik, keputusan ini berbeda dengan keputusan dari Ikhwanul Muslimin Tunisia maupun Mesir.

"Ikhwanul Muslimin Libya saat ini belum terpikirkan untuk mendirikan sebuah partai politik," kata Al Kutbi, namun dia juga mendorong para anggotanya untuk bisa bergabung dengan beberapa partai politik Islam nasional dengan referensi Islam tujuannya.

Ia menambahkan, bahwa hukum harus didasarkan pada hukum Syariah Islam di Libya, minimal tidak bertentangan dengan Islam. Karena menurutnya, Islam adalah sumber utama dalam segala kehidupan.

Setelah 25 tahun "tersembunyi" lantaran rezim Muammar Gaddafi selalu memburu, menahan dan menghukum mati para pengkut Ikhwanul Muslimin Libya. Kini saatnya Ikhwanul Muslimin Libya tampil kepada publik dengan bebas. Walaupun begitu, pengikut Ikhwanul Muslimin Libya sangat banyak dan mendominasi di beberapa sektor penting pemerintahan Libya.

"Ini adalah hari bersejarah bagi kita dan bagi rakyat Libya" ucap pemimpin lama Ikhwanul Muslimin LIbya, Suleiman Abdelkader di kota Benghazi.(io/suaranews)

(pic: mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin Libya Suleiman Abdelkader)

Ikhlas-lah Sebagaimana Buah kelapa

Oleh: Irkhamiyati

pohon kelapa Kelapa adalah buah yang memiliki multimanfaat. Mulai dari akar, batang, daun, dahan, hingga hingga buahnya. Akarnya bisa dijadikan bahan kayu bakar dan kerajinan seni. Batangnya bisa digunakan sebagai bahan bagunan rumah. Daunnya bisa buat janur pernikahan maupun tempat untuk ketupat.

Lidinya bisa dibuat sapu. Kemudian buahnya, antara air dan isinya, juga mengandung banyak manfaat.

Air kelapa mengandung beragam zat-zat yang menyegarkan tubuh. Ia bisa digunakan sebagai penawar racun dan bahan pengembang untuk membuat roti. Daging (isi) buah kelapa yang masih muda sangat digemari sebagai bahan minuman, seperti es kelapa muda. Ia bisa juga diawetkan menjad nata de coco, sebagai bahan makanan kudapan pedas atau tidak pedas, dan dapat diolah menjadi gula jawa. Buah kelapa, jika sudah tua isinya, diambil sarinya menjadi santan kelapa yang sangat dibutuhkan dalam membuat berbagai makanan dan masakan.

Itulah gambaran akan manfaat pohon kelapa. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang dikarunia akal dan pikiran. Karenanya, sudah semestinya apabila kita bisa berkaca dari pohon kelapa tersebut. Sejauh mana manfaat diri kita, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, maupun bangsa kita. Rasulullah bersabda; "Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi yang lainnya."

Bisa jadi kita terjebak dalam rutinitas setiap hari sehingga lupa akan potensi diri sendiri yang sebenarnya bisa bermanfaat bagi lingkungann sekitar. Memberi manfaat bagi temapt kerja dan keluarga adalah sesuatu yang wajib, tetapi memberi manfaat bagi lingkungan masyarakat bagi lingkungan masyarakat di sekeliling kita terkadang terlupakan.

Apa pun profesinya, baik sebagai pedagang, guru, dosen, karyawan, pelajar, mahasiswa, buruh, wiraswasta, bupati, maupun beragam profesi lainnya, dituntut bisa bekerja secara profesional sekaligus memberi manfaat bagi lingkungannya. Namun, apa pun yang kita berikan, hendaknya dilandasi dengan niat tulus dan ikhlas.

Gambaran ikhlas bisa kita contoh dan pelajari dari falsafah buah kelapa. Ia sudah terbukti memberi banyak manfaat, mulai dari akar hingga ujung daunnya.

Buah kelapa bisa dijadikan makanan atau kontributor bahan makanan. Sari dari buah kelapa adalah santan kelapa yang sangat banyak manfaatnya untuk bahan makanan. Sebelum menjadi santanan, kelapa harus melalui banyak tahapan. Yang pertama saat kelapa dipetik terkadang dipotong keras dengan parang dengan sekuat tenaga. Beda perlakuannya saat memetik buah anggur atau buah halus lainnya, memetiknya dengan halus dan hati-hati.

Saat kelapa jatuh, tidak ada orang yang mau menangkapnya di bawah sehingga kelapa pasti di jatuhkan setelah dipetik. Kemudian, kelapa dikupas kulitnya dan dipecah sehingga terpisahlah air dengan dagingnya. Cara mengupas kulit dan memecahnya pun dengan keras, beda perlakuannya dengan buah yang lain. Setelah itu, kelapa diparut dan diambil air santan, ia bisa digunakan untuk apa saja.

Itulah buah kelapa, begitu banyak manfaatnya untuk manusia. Sudah semestinya, demikian pula diri kita, bisa menjadi manfaat bagi orang lain, baik di lingkungan terdekat maupun yang lebih luas lagi. (judul asli: "Ikhlas Seperti Kelapa)

Memaknai Hijrah di Jaman Sekarang

hijrah Assalamualaikum Wr Wb
Ustaz, pada zaman kita kini, terdapat sekelompok maupun beberapa individu di antara umat Islam yang memaknai hijrah dengan maksud menghindar dari umat maupun masyarakat umum saat ini. Bagaimana sebetulnya berhijrah di zaman sekarang?

Ivona - Surabaya

Waalaikumussalam Wr Wb
Hijrah sesuai bahasa berarti meninggalkan serta menjauhi itu memiliki dua makna, yakni hijrah fisik serta hijrah maknawi. Hijrah fisik yang dijalankan Nabi Muhammad SAW berserta kaum Muhajirin ke Makkah berisi dua hal penting. Pertama, Allah SWT memerintahkan terhadap umat Islam di Makkah berhijrah lantaran ketika itu mengalami penindasan.

Kedua, hijrah yang dijalankan Muhammad SAW bersama-sama kaum Muhajirin tersebut adalah suatu strategi melindungi eksistensi umat Islam lantaran melihat keadaan masyarakatnya yang tak memungkinkan lagi meneruskan dakwah di Makkah. Pada waktu yang sama, di Madinah telah muncul benih-benih masyarakat Islam dengan berislamnya beberapa pemuka suku Aus dan Khazraj. Lihat surah An-Nisa [4]: 97.

Hijrah fisik adalah meninggalkan suatu daerah menuju daerah lain masih terus disyariatkan kepada umat Islam apabila di suatu daerah dia berada dalam kondisi tertindas, tidak dapat menjalankan ajaran agamanya. gTidak ada hijrah setelah penguasaan Makkah, melainkan jihad dan niat. Apabila diperintahkan untuk ber pera ng, berangkatlah berperang.h (HR Bukhari-Muslim).

Aisyah RA ditanya tentang hijrah, ia menjawab, Tidak ada hijrah sekarang. Dulu orang beriman berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya karena takut fitnah terhadap agamanya, sedang kan sekarang Allah telah memenangkan Islam dan orang beriman bisa beribadah dengan leluasa.

Hijrah maknawi adalah meninggalkan hal-hal negatif dalam diri sendiri dengan mengubah sikap, mental, akhlak, dan gaya hidup ke arah yang lebih baik menurut ajaran dan tuntunan Islam hingga hari kiamat. ''gSeorang Muslim sejati adalah yang menyelamatkan Muslim yang lain dari kejahatan lisan dan tangannya. Dan muhajir sejati adalah orang yang berhijrah dari hal yang dilarang oleh Allah. (HR Bukhari-Muslim). Wallahu a'lam bish shawab.

 

Oleh: Ustad Bachtiar Nasir

Dai Diperlukan Ilmu Yang Banyak Dan Mampu Berinovasi Cepat

perahu Suaranews - Dakwah terhitung kedaerah terpencil sekarang ini tidak cuma mengandalkan ilmu agama. Ormas Islam Hidayatullah melalui cara tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Hidayatullah, Abdul Mannan menyampaikan pihaknya memiliki program pengiriman dai ke pelosok baik yang bersifat reguler tiap tahun atau nonreguler baik setiap tiga bulan maupun enam bulan sekali.

Terdapat misi yang dibawa bagi para dai yang dikirimkan ke wilayah terpencil tersebut. Menurut Mannan, paradigma serta misi dakwah yang Hidayatullah usung yaitu membina peradaban sebagai manifestasi iman. ’’Kita mengaplikasi kannya beserta membekali para dai keterampilan se perti pertanian serta keuangan mik ro,’’ jelasnya di Jakarta, Rabu (23/11).

Mereka tidak cuma cakap mendakwahkan Islam namun terdapat tuntutan dapat mengembangkan pendidikan, ekonomi, serta kesehatan jamaah yang dibinanya. Masalah ekonomi ibaratnya, tiap dai yang disebar mengemban tanggung jawab membangun baitul maal serta lembaga keuangan mikro di tiap tempat dakwahnya.

‘’Peradaban Islam seperti inilah yang ingin kita bangun,’’ kata Mannan. Menurut ia, Hidayatullah selama ini mengelola program Dai Sarjana. Tiap tahun jumlahnya sampai 250 dai. Mereka merupakan alumni perguruan tinggi Hidayatul. Sedangkan yang nonreguler berjalan dari 2006 lalu. Dia mengakui, program ini tidak luput dari kendala.

Hambatan yang mereka hadapi bisa berupa politik, ideologi, dan finansial. Terlepas dari tiga hal tersebut, kata Mannan, justru persoalan utama yang menghadang ialah penerimaan umat sendiri. Namun, itu tak menghalangi ormas ini untuk selalu mengembangkan dakwahnya termasuk di daerah pedalaman.

Bukan hanya Hidayatullah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Ikatan Dai Indonesia juga memainkan peran dalam dakwah. Ketua Umum DDII, Syuhada Bahri mengatakan, belum terjadi pemerataan penyebaran dai di daerah. Se bagian dai, masih ber pusat di wilayah perkotaan dan membina masyarakat Muslim di kota.

Padahal idealnya, masingmasing desa terpencil tersedia satu pendakwah. Di sisi lain, kemampuan pengiriman dai oleh ormas-ormas Islam sangat terbatas. Ia menyatakan, mes ki sekarang DDII menyebar dai sampai ratusan di seluruh pelosok Tanah Air, sayangnya masih belum ideal. ‘’Itu tak mencukupi memenuhi kebutuhan dakwah,’’ jelasnya.

Sebenarnya, ormas Islam menyadari masih adanya gap jumlah dai yang dibutuhkan dan daerah yang harus memperoleh sentuhan dakwah. Namun masih belum ada tindakan bersama dalam mengatasi masalah ini. Kini, hal yang sangat penting direalisasikan adalah peningkatan intensitas silaturahim, komunikasi, dan sinergi antarormas Islam.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail, mengatakan pengiriman dai ke pedalaman masih terbatas pada Ramadhan. Jumlahnya masih disesuaikan dengan pendanaan organisasi, yang besarnya 1.000 dolar AS per orang. Mereka diterjunkan ke komunitas berpenduduk minoritas Muslim seperti Halmahera dan Mentawai. ed: ferry kisihandi

DAI DAERAH TERPENCIL

Ormas Islam banyak yang menyasar daerah terpencil sebagai lahan dakwah. Mereka mengirimkan dainya ke sana. Di antaranya ada Hidayatullah, DDII, serta Ikadi .

HIDAYATULLAH 2.500 DAI
Ormas ini mempunyai program Dai
Sarjana reguler dan nonreguler.
Program reguler
dari 2001-2011.
Dai nonreguler (mulai 2006)
Program per tiga bulan hingga 2011 : 1.200 dai
Program per enam bulan hingga 2011 : 600 dai

DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA 120 DAI
Tersebar di daerah
terpencil di Indonesia.

IKATAN DAI INDONESIA (IKADI) 20 DAI
Setiap tahun, khususnya
Ramadhan, mengirim 20
dai ke daerah terpencil.

Sumber: hidayatullah, ddii, ikadi

 

(rb/suaranews)

Bentengi Anak-anak Kita Dengan Al Quran

anak dan alquran Suaranews - Alquran sebagai petunjuk hidup yang paling lengkap dan menyeluruh dinilai mulai ditinggalkan sebagian umat Islam. Menteri Agama Suryadharma Ali menyeru seluruh umat Islam untuk kembali mencintai Alquran. Ia juga mengajak para orang tua untuk membentengi generasi muda, anak-anak dan remaja dengan Alquran.

"Alquran itu bukan benda pusaka yang disimpan di museum atau rak buku. Mari kembali ke Alquran dengna mempelajarinya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Suryadharma dalam sambutannya saat membuka MTQ Tingkat Provinsi Sumatra Barat di Kota Baru, Kabupaten Dharmasraya, Selasa (23/11).

Menurut Suryadharma, Alquran merupakan teman setia yang menjawab semua permasalahan hidup. "Kembali kepada Alquran berarti kembali menjadikan Al Quran sebagap pedoman dalam menjalani kehidupan," ungkapnya. MTQ, menurut dia, merupakan ajang bagi masyarakat untuk kembali kepada Alquran.

Menag menegaskan, Alquran sebagai pedoman hidup paripurna mampu membentengi anak dan remaja dari aliran agama yang keliru dan menyimpang seperti radikalisme, liberalism, dan lainnya. "Mari siapkan generasi cinta Alquran. Amalkan Alquran dalam kehidupan hingga terbentuk pribadi Alquran," serunya.

Salah satu upaya untuk mencintai Alquran, menurutnya, bisa ditumbuhkan kembali melalui Gerakan Magrib Mengaji (Gemar Mengaji). Gerakan tersebut dilakukan dengan menghidupkan kembali tradisi mengaji sehabis magrib dalam keluarga.

"Kegiatan mengaji setelah Magrib ini merupakan warisan berharga dari nenek moyang kita yang perlu kita lestarikan," kata dia. Menurut Menag, begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari gerakan itu. Selain bisa meningkatkan pemahaman beragama, Gemmar Mengaji punn  bisa menjadi proses komunikasi dan transfer nilai dari orang tua kepada anak-anaknya."

Masyarakat Sumbar, kata Suryadharma, tidak bisa dilepaskan dari tradisi keislaman yang kental. Selama ini, Sumbar dikenal dengan semboyannya "Adat basyandi syara', syara' basandi Kitabullah".

"Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumbar tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Islam. Itulah warisan dari nenek moyang yang harus kita pertahankan," kata Surya. MTQ tingkat Provinsi Sumbar digelar pada 22 hingga 28 November 2011 di Kabupaten Dharmasraya. Pesertanya berjumlah 1.068 orang berasal dari 19 kabupaten/kota.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap, kegiatan MTQ itu dapat meningkatkann kualitas kehidupan beragama masyarakat. Selain MTQ, kata dia, peningkatan kualitas beragama dilakukan dengan menghidupkan kegiatan agama di mushala dan masjid. (rb/suaranews)

Sudah Kaya, Gaji Menteri BUMN (Dahlan Iskan) Tak Diambil


Suaranews - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan paham betul pentingnya mengambil kepercayaan. Itu lantaran, ketika ia menjabat sebagai Direktur Utama PLN, ex wartawan ini memilih tidak menerima gaji serta tak menempati rumah dinas yang telah disediakan.


"Citra PLN tersebut yaitu sarang korupsi. Buat mengubah citra tersebut, penting mengungkapkan pada publik sebenarnya saya selaku Dirut tak bermewah-mewah serta sanggup berkorban, " ucap Dahlan dalam diskusi Transformasi BUMN Menuju Pentas Global yang dihelat Tempo di Hotel Kempinsky Jakarta, Selasa 22 November 2011 malam.


Dahlan, beserta ciri khasnya yang rileks, bersepatu kets kesukaannya dan tanpa jas serta dasi menerangkan bahwa dengan tak menerima gaji, bukan berarti ia berkorban. "Ya tidaklah...saya kan sudah kaya...perhatikan ini, sepatu kets saya mahal lo.." Ujarnya yang cepat disambut gelak tawa hadirin.


Dalam diskusi ini, Dahlan yang didampingi pembicara Lin Che Wei (Founder IRAI) dan moderator Bambang Harymurti (Dirut PT Tempo Inti Media) menjelaskan apa saja yang dia lakukan selama sebulan menjabat menteri BUMN. Salah satunya, kata Dahlan, memastikan bahwa para direksi BUMN tidak akan direcoki kepentingan lain selain upaya meningkatkann profesionalisme BUMN tersebut. "Sekarang , misalnya, rapat-rapat koordinasi BUMN yang boleh hadir hanya direksi dan komisaris. Yang lain tidak perlu, karena hanya ngrecokin," kata dia.


Dahlan juga berjanji akan membentengi para direksi BUMN bila ada pihak luar yang mencoba merecoki mereka. "Tugas saya membentengi mereka. Biarlah mereka bekerja dengan baik," katanya.


Dalam diskusi ini, Dahlan berbicara sebagai pembicara kunci di sesi pertama. Sesi kedua diisi oleh Sofyan Djalil (Penasihat Wakil Presiden bidang Perencanaan Strategis, mantan Menteri Negara BUMN) Sumaryanto Widayatin (Deduti Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN) serta Dr. Aviliani (Ekonom INDEF).(tp/suaranews)

Sisi Sukses Pengusaha Adalah Melihat Momentum


Menjadi pengusaha sukses tentunya merupakan impian untuk orang-orang yang memulai usaha. Tetapi, agar menuju kesuksesan tak cuma didapat karena kerja keras tetapi juga kejelian.

Pemilik grup Media Nusantara Citra (MNC) Harry Tanoesudibjo membeberkan rahasia buat menjadi pengusaha sukses. Menurut Harry, untuk sukses maka seseorang mesti bisa memanfaatkan datangnya peluang semaksimal mungkin untuk mendorong usahanya. Untuk itu, tiap pengusaha mesti dapat memperhatikan momentum supaya menjadikan usahanya makin berkembang.

"Untuk para pengusaha mengetahui momentum tersebut amat penting," kata CEO MNC Grup tersebut, ketika ditemui dalam acara Leadership Mentoring, di Arya Duta Centre, Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Ia mengatakan, momentum tersebut merupakan titik balik awal kesuksesan seorang pengusaha. "Awalnya memang kita memperhatikan momentum tersebut, tetapi memang kesuksesan itu bersumber dari Tuhan, tapi kita berikhtiar supaya usaha kita makin maju," ucapnya.

Momentum itu, lanjut Harry, dicontohkannya di 1997. Saat itu, dia melihat ada pergerakan yang buruk dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, dirinya memutuskan untuk melepas perusahaannya untuk go public.

"Saat itu Bhakti Investama go public dan kita tahu di 1998 itu terjadi krisis di Indonesia. Itu yang dinamakan momentum, di saat situasi memburuk kita berusaha untuk bangkit," lanjutnya.

Selain itu dia menjelaskan, ekspansinya ke bisnis media saat itu didasarkan atas pengamatannya akan rasa haus masyarakat akan informasi, namun minimnya akses membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi.

"Di 2001 saya melihat momentum untuk bisnis media karena masih jarang media pada waktu itu. Maka dari itu saya memulai bisnis ini dengan akuisisi dan sebagainya. Jika saya baru mulai sekarang, tidak mungkin MNC bisa seperti sekarang ini dan itulah pentingnya momentum," kata dia.

Hary menambahkan, momentum tersebut juga dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek sosial, aspek politik, dan aspek ekonomi.

Proses Yang Tidak Benar, Gereja Yasmin Diprotes MUI

gereja yasmin Suaranews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mendesak Majelis Permusyarawatan Rakyat dan Komnas HAM agar bisa menyikapi permasalahan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat, secara arif.

Ketua MUI KH Ma'ruf Amin menyatakan, pihaknya akan segera melayangkan surat kepada dua lembaga tersebut. Surat dari MUI itu, kata dia, sebagai bentuk penjelasan terhadap masalah GKI Taman Yasmin yang lebih komprehensif dari sudut pandang umat Muslim dan Pemerintah Kota Bogor.

"Kita tidak hanya mengirimkan surat kepada menteri, tetapi juga kepada MPR dan Komnas HAM. Insya Allah, pekan ini," kata Kiai Ma'ruf kepada Republika di Jakarta, Selasa (22/11).

Langkah inisiatif MUI itu dilakukan sebagai lanjutan dari pertemuan dengan Wali Kota Bogor Diani Budiarto beserta rombongan yang datang ke kantor MUI pada pekan lalu. Kiai Ma'ruf menegaskan, dari hasil pertemuan ini secara tegas terlihat masalah GKI Yasmin itu telah dikelola secara tidak betul.

Kiai Ma'ruf menegaskan relokasi tempat bagi GKI Yasmin menjadi pilihan terbaik. "Masalah ini sama dengan yang di Ciketing. Cuma di Yasmin ini sudah ada izin mendirikan bagunan (IMB). memang, IMB itu (keluar) dengan proses yang tidak benar," ujarnya.

Pekan lalu, MUI telah menegaskan akan menindaklanjuti hasil paparan Wali Kota Bogor itu kepada beberapa instansi pemerintahan pusat. Kiai Ma'ruf sempat menyebutkan MUI akan melayangkan surat resmi keapda Menteri Dalam Negeri, Kejaksaan Agung, Kementerian Agama, dan Kapolri. (rb/suaranews)

Bagaimana Shalat Berjamaah Ketika Hujan

shalat di danau Assalamualaikum Wr Wb

Ustad, yang saya tahu, kita dibolehkan meninggalkan shalat jamaah ketika hujan turun, tapi apakah hujan itu dibedakan antara hujan lebat dan hujan ringan atau semua hujan dapat dijadikan alasan untuk meninggalkan shalat jamaah di masjid?

Hamba Allah

Jawaban:

Waalaikumsalam Wr Wb

Menurut pendapat yang kuat dari beberapa ulama, shalat berjamaah di masjid hukumnya wajib bagi laki-laki yang mampu, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang=orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan shalat yang telah dikumandangkan azannya, lalu akau memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti shalat jama'ah, kemudian aku  bakar rumah-rumah mereka." (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata: "Seorang buta mendatangi Nabi SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid,' Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah SAW agar dibolehkan shalat di rumahnya. Beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika ia meninggalkan Nabi SAW, Rasulullah lalu memanggilnya dan bertanya, 'Apakah engkau mendengar panggilan azan shalat?' Dia menjawab, 'Ya'. Lalu beliau berkata, 'Penuhilah' (tunaikanlah shalat jamaah)."

Meskipun shalat jamaah hukumnya wajib, para ulama menyebutkan bahwa dibolehkan untuk tidak shalat berjamaah di masjid dalam beberapa kondisi, di antaranya adalah turunnya hujan yang membasahi pakaian. Sesuai denga firman Allah SWT, "Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan." (QS al-Hajj 78).

Ibnu Qudamah dalam kitabnya al-Mughni menjelaskan, "Dibolehkan untuk meninggalkan shalat Jumat dan Shalat berjamaah di masjid karena hujjan yang menyebabkan pakaian basa kuyup dan lumpur yang membuat susah pada diri dan pakaiannya."

Dari Ibnu Abbas RA bahwasannya dia pernah berkata kepada muazinnya ketika hujan turun, "Apabila engkau telah melafalkan: Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah, maka jangan mengatakan: Hayya 'alash shalaah, akan tetapi katakan: Shallu fii buyuutikum (shalatlah dirumah kalian)."

Lalu, orang-orang (yang mendengarkannya seolah-olah) mengingkari masalah tersebut. Ibnu Abbas lalu berkata, "Hal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Rasulullah SAW). Sesungguhnya shalat Jumat itu adalah kewajiban, dan aku tidak ingin menyuruh kalian keluar (ke Masjid) lalu kalian berjalan di atas tariah yang becek dan licin."

Syaikh Ibnu 'Utsaimin, dalam kitabnya Al-Syarh al-Mumtih' ketika menjelaskan bahwa perkataan penulis: "Atau sakit dan merasa susah disebabkan hujan atau lumpur", menyebutkan bahwa ini adalah alasan kesepuluh dibolehkannya meninggalkan shalat jumat dan shalat jamaah. Jika seseorang takut akan sakit atau susah karena hujan atau lumpur, atau ketika hujan turun dan ia pergi untuk melaksanakan shalat Jumat atau jamaah dia akan sakit atau susah karena hujan tersebut, maka dia diperbolehkan untuk tidak berjamaah ke masjid. Wallahu a'lam bish Shawab.

Oleh: Ustad Bactiar Nasir

Allah SWT Sebagai Sang Pelindung

Oleh: Prof Dr Yunahar Ilyas

Allah pelindung Setelah Pemilihan Umum Pertama (1955), Hamka terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante dari Masyumi mewakili Jawa Tengah. Setelah Konstituante dan Masyumi dibubarkan, Hamka memusatkann kegiatannya pada dakwah Islamiah dan memimpin jamaah Masjid Agung Al-Azhar. di samping tetap aktif di Muhammadiyah. Dari ceramah-ceramah di Masjid Agung itulah lahir sebagian dari karya monumental Hamka, Tafsir Al-Azhar.

Zaman demokrasi terpimpin, Hamka pernah ditahan dengan tuduhan melanggar Penpres Anti-Subversif. Dia berada di tahanan Orde Lama itu selama dua tahun (1964-1966). Dalam tahanan itulah Hamka menyelesaikan penulisan Tafsir Al-Azhar.

Waktu menulis Tafsir Al-Azhar, Hamka memasukkan beberapa pengalamannya saat berada di tahanan. Selah satunya berhubungan dengan ayat 36 Surah az-Zumar, "Bukankah Allah cukup sebagai Pelindung hamba-Nya...". Pangkal ayat ini menjadi perisai bagi hamba Allah yang beriman dan Allah jadi pelindung sejati.

Sehubungan dengan maksud ayat di atas, Hamka menceritakan pengalaman beliau dalam tahanan di Sukabumi, akhir Maret 1964. Berikut kutipan lengkapnya. "Inspektur polisi yang memeriksa sambil memaksa agar saya mengakui suatu kesalahan yang difitnahkan ke atas diri, padahal saya tidak pernah berbuatnya. Inspektur itu masuk kembali ke dalam bilik tahanan saya memb-bawa sebuah bungkusan, yang saya pandang sepintas lalu saya menyangka itu adalah sebuah tape recorder buat menyadap pengakuan saya."

"Dia masuk dengan muka garan sebagai kebiasaan salama ini. Dan, saya menunggu dengan penuh tawakal kepada Tuhan dan memohon kekuatan kepada-Nya semata-mata. Setelah mata yang garang itu melihat saya dan saya sambut dengan sikap tenang pula, tiba-tiba kegarangan itu mulai menurun."

"Setelah menanyakan apakah saya sudah makan malam, apakah saya sudah sembahyang, dan pertanyaan lain tentang penyelenggaraann makan minum saya, tiba-tiba dilihatnya arlojinya dan dia berkata, 'Biar besok saja dilanjutkan pertanyaan. Saudara istirahatlah dahulu malam ini,' ujarnya dan dia pun keluar membawa bungkusan itu kembali,"

"Setelah dia agak jauh, masuklah polisi muda (agen polisi) yang ditugaskan menjaga saya, yang usianya kira-kira 25 tahun. Dia melihat terlebih dahulu kiri kanan. Setelah jelans tidak ada orang yang melihat, dia bersalam dengan saya sambil menangis, diciumnya tangan saya lalu dia berkata, 'Alhamdulillah bapak selamat! Alhamdulillah' 'Mengapa,' tanya saya. 'Bungkusan yang dibawa oleh inspektur M itu adalah setrum. Kalau dikontakkan ke badan bapak, bapak bisa pingsan dan kalau sampai maksimum bisa mati."

Demikian jawaban polisi muda yang ditugaskan menjaga saya itu dengan berlinang air mata. "Bapak sangka tap recorder," jawabku sedikit tersirap, tetapi saya bertambah ingat kepada Tuhan. "Moga-moga Allah memelihara diri Bapak. Ah! Bapak orang baik," kata anak itu.

Dalam menghadapi paksaan, hinaan, dan hardikan di dalam tahanan, Hamka selalu berserah diri kepada Allah SWT. Termasuk ketika inspektur M datang membawa bungkusann malam itu, Hamka tetap dengan pendirian. "Bukankah Allah cukup sebagai pelindung hamba-Nya."

Kiprah Muhammadiyah Untuk Bangsa

Muhammadiyah Jauh sebelum negara dan pemerintah Indonesia lahir, sejak 18 November 1912 M atau 8 Dzulhijjah 1330 H, Muhammadiyah telah berjuanng untuk bangsa. Sang Pencerah menghadirkan gerakan Islam pembaru ini untuk membebaskan umat dan bangsa dari belenggu kejumudan, keterbelakangan, dan penjajahan. Dengan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dan terima kasih atas dukungan masyarakat luas Muhammadiyah terus berkiprah dalam kerja-kerja dakwah yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan.

Ribuan Amal Usaha di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, dan program-program kemasyarakatan yang sepenuhnya berada dalam pengelolaan (milik) organisasi dibangun dann dikhidmatkan untuk kemajuan bangsa meraih peradaban utama.

Dari rahim Muhammadiyah, Islam bukan hanya diwacanakan, tetapi diwujudkan dalam amaliah karena pada hakekatnya tidak ada manifestasi lain dari Islam kecuali dalam amal. Amal Islam yang berkemajuan.

Dari rahim Muhammadiyah, Islam bukan hanya diwacanakan, tetapi diwujudkan dalam amaliah karena pada hakikatnya tidak ada manifestasi lain dari Islam kecuali dalam amal. Amal Islam yang berkemajuan.

Para ahli mengakui keberhasilan Muhammadiyah dalam gerakan pembaharuannya, setidak-tidaknya dalam empat hal utama yakni: (1) Membersihkan Islam di Indonesia dari pengaruh dan kebiasaan yang bukan Islam; (2) Reformulasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern; (3) Reformulasi ajaran dan pendidikan Islam; dan (4) Mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan luar (Mukti Ali, 1958: 20).

Muhammadiyah melahirkan gerakan Al-Ma'un, sebuah teologi amaliah yang menampilkan wajah Islam yang membebaskan, memberdayakan dan memajukann kehidupan. Dari Al-Ma'un lahirlah amal usaha poliklinik pertama tahun 1922 yang bernama Penolong Kesengsaraan Omoem (PKU) yang menjadi embrio rumah sakit, balai kesehatan, dan lembaga-lembaga pelayanan sosial dan kesehatann yang tersebar di seluruh tanah air.

Muhammadiyah menurut Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, dengan sedikit bicara tetapi banyak bekerja, telah melakukan modernisasi sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Melalui pembaruan pendidikan, Muhammadiyah memperkenalkan sistem pendidikan Islam modern yang holistik. Pendidikan yang memadukan Iman dan kemajuan, intelektualitas dan moralitas, yang bermuara pada pembentukan insan Muslim yang kokoh iman dan kepribadiannya sekaligus prokehidupan. Pendidikan Muhammadiyah telah mencerdaskan kehidupan bangsa, tatkala mayoritas penduduk bumiputratidak mengenal dan mengenyan pendidikan umum.

Peran Muhammadiyah melalui 'Aisyiyah sejak tahun 1917 dalam mengangkat harkat martabat perempuan merupakan langkah terobosan. 'Aisyiyah bahkan termasuk salah satu penggagas dan terlibat aktif dalam Kongres Wanita Pertama.

Gerakan perempuan Muhammadiyah ini hingga kini bahkan telah mengelola ribuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak Kanak (TK ABA), Rumah sakit, Balai Kesehatan, Panti Asuhan, koperasi, usaha ekonomi mikro-kecil-menengah, dan berbagai amal usaha lainnya. Melalui 'Aisyiyah tersebut Muhammadiyah berperan nyata dalam gerakan perempuan Indonesia menuju pada kemajuan.

Dalam situasi paling krusial, Muhammadiyah melalui tokoh puncaknya Ki Bagus Hadikusuma, pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, telah memberikan solusi sangat menentukan di tengah ancaman perpecahan dan keretakan anak bangsa yang baru satu hari merdeka. Dengan penghayatan atas jiwa Piagam Jakarta, Ki Bagus rela berkorban demi keutuhan dan persatuan bangsa, yang menentukan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di belakang hari hikmah dari peran Ki Bagus Hadikusuma itu telah mewakili pengorbanan terbesar umat Islam, yang oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Alamsjah Ratu Perwiranegara, disebut sebagai hadiah terbesar umat Islam untuk bangsa dan negara Indonesia.

Pemerintah Indonesia mengakui kiprah Muhammadiyah dengan memberikan gelar Pahlawan Nasional untuk Kyai Haji Ahmad Dahlan. Melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 657 tanggal 27 Desember 1961 pemberian gelar tersebut didasarkan ata empat pertimbangan yaitu:
(1) KH Ahmad Dahlan telah memelopori kebangunan Umat Islam Indonesia untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat; (2) Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya telah memberikan ajaran Islam yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam; (3) Dengan organisasinya Muhammadiyah telah memelopori amal-usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangunan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; (4) Dengan organisasinya bagian Wanita atau 'Aisyiyah telah memelopori kebangunan wanita bangsa Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.

Muhammadiyah sebagai komponen bangsa senantiasa mengutamakan kepentingan dan kemajuan bangsa di atas segalanya. Muhammadiyah sejalan dengan Khittah dan Kepribadiannya menegaskan sikap untuk konsisten dalam beramar ma'ruf dan nahi mungkar. Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pemerintah dan seluruh komponen bagnsa secara cerdas dan mengedepankan nasib bangsa. Muhammadiyah tidak pernah egois mementingkann dirinya.

Dalam rentang perjalanan 102 / 99 tahun Muhammadiyah telah berkiprah tak kenal lelah untuk bangsa, juga untuk umat Islam dan dunia kemanusiaann universal. Kiprah Muhammadiyah itu lahir dari spirit dakwah Islam yang mengajak pada kebaikan, menyeruh pada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar (QS Ali Imran 104) yang dikhidmatkan untuk kejayaa uamt, bangsa, dan kemanusiaann universal.

Berbagai rintangan telah banyak dilalui oleh Muhammadiyah dalam rentang usia yang panjang itu. Namun demikian Muhammadiyah tetap tegak berdiri dan terus beramal kebajikan untuk mencerahkan kehidupan.

Meskipun sering harus menghadapi rintangan berat pada setiap babakan sejarahnya, kadang disisihkan karena sikap kritis, Muhammadiyah tetap berjuang mengemban misi-dakwah tanpa pamrih.

Sehingga sejarah dapat membuktikan betapa Muhammadiyah sejak lahir hingga saat ini dan sampai kapanpun tetap istiqamah dalam berkiprah untuk membawa negara dan bangsa ini menuju Baldatun Thayyibatun w Rabbun ghafur. Muhammadiyah tetap berkomitmen mengusung dakwah dan tajdid yang berkemajuan untuk terwujudnya Islam sebagai rahmatn lil-'alamin.(rb/suaranews)

Terjadi Penggelapan Dalam Sejarah Industri Islam


Meski bukti otentik menunjukkan produk industri Muslim berkembang melampaui zamannya, literatur sejarah versi dunia Barat tak pernah mengakuinya. Tapi, salah satu sejarawan, John Glubb, menjelaskan distorsi sejarah tersebut dalam History of the Arab People. "Kajian Timur modern telah membuktikan ada kesalahan berupa propaganda sejarah masa Renaissance pada abad ke 16 dan ke 17," ungkapnya.

Pada masa kehancuran Kekaisaran Roma medio tahun 450-an, tak ada satu pun kebangkitan Eropa. Namun, publik telanjur percaya masa Renaissance itu terjadi. Kondisi ini diperparah dengan sikap kalangan akademisi yang menganggap fakta tersebut tabu dibicarakan. Mereka pun menutupi momen pada kurun waktu lima hingga enam abad kemudian. Maka, kisah kekalahan Roma dari pasukan Normandia yang menjadi sekutu Inggris dihilangkan dari rantai cerita sejarah Eropa.

Ternyata, rentetannya tak hanya berkutat di sejarah. Walhasil, banyak keputusan diplomasi politik tak menguntungkan bagi negara-negara Timur Tengah. Negara di jazirah Arab dipandang kaum primitif yang baru belajar menapak dunia modern.

Glubb mungkin hanya mengulik dari sisi penghilangan fakta sejarah Eropa. Tabir lain terbuka dari kisah sejarah Masa Kegelapan Eropa sepanjang 450-1492. Di lietaratur banya disebutkan sebagai masa transisi, tanpa menyebutkan perkembangan teknologi dan keilmuan yang disebarkan khalifah Muslim saat itu.

Tengok saja beberapa literatur tentang ilmu murni. Biasanya setelah beberapa nama berbau Yunani, seperti Ptolemy, Archimedes, atau Galen, langsung merujuk nama Galileo. Tak pernah dituliskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang medio 100-1500.

Bayangkan, penghapusan sejarah terjadi ratusan abad dan dilakukan para akademisi, pendidik, serta universitas terkemuka di dunia. Sebagai seorang terdidik, siswalah yang diharapkan lebi kritis pada kejanggalan sejarah yang disampaikan.

Kisah kebangkitan Eropa melalui Renaissance sulit diterima. Dari masa keterpurukan selama 10 abad, tiba-tiba saja mereka bangkit dan langsung mengumandangkan kejayaan industri.(rb/suaranews)

Jasa Kiai NU Tak Akan Pernah Terlupakan!

resolusi jihad Suaranews - Peran ulama serta kiai Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperoleh kemer dekaan Republik Indonesia sungguh amat besar. Sayangnya, berdasarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, peran serta jasa para ulama dan kiai tersebut tidak ditulis dalam sejarah resmi Indonesia.

“Entah tak mengetahui atau memang diniatkan tak mau tahu sehingga sejarah panjang yang dijalankan warga NU dilupakan demikian saja,” kata Kiai Said Aqil sesuai dikutip kantor berita Antara, Ahad (20/11). PBNU memohon supaya pemerintah mengevaluasi penulisan serta memasukkan perjuangan NU di antara sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia.

Keluarga besar NU dari Jawa Timur menggelar Kirab Resolusi Jihad. Berdasarkan Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad, Imam Nahrowi, menyampaikan, Resolusi Jihad yang mengandung mengenai nilai sejarah perjuangan para ulama serta santri di antara menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia akan diupayakan masuk dalam kurikulum pendidikan.

“Dalam waktu dekat, Badan Otonom NU akan menghadap Presiden dan menteri ter kait guna menyampaikan usul an agar sejarah resolusi jihad dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, terutama di Lembaga Pendidikan Ma’arif harus menjadi kurikulum pendidikan resmi,” ungkapnya pada pelepasan rombongan kirab Resolusi Jihad dari Alun-alun Kudus, Jawa Timur, Senin (21/11).

Pihaknya berharap, pemerintah menerima usulan tersebut sehingga para pelajar juga mendapatkan pengetahuan tentang sejarah resolusi jihad dalam mata pelajaran sejarah resmi. Setidaknya, kata Imam, masyarakat tidak lagi dibodohi dengan informasi sejarah yang tidak benar.

Kirab Resolusi Jihad, papar Imam, dilakukan bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November 2011. Sedangkan pelaksanaan kirab dimulai pada 20 hingga 25 November 2011. Kirab itu akan dimulai dari Monumen Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya menuju Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, dan Sema rang.

“Dari Semarang dilanjutkan ke Kendal, Batang, Indramayu, hingga Tugu Proklamasi Jakarta Pusat,” ujarnya. Kirab yang melintasi puluhan kota di Tanah Air itu mengusung bendera Merah Putih dan bendera NU. Setiap singgah di kota yang dilalui rombongan kirab, akan disambut dengan upacara serah terima bendera Merah Putih dan bendera NU.

Mustasyar PBNU, KH Sya'roni Ahmadi, mengapresiasi digelorakannya kembali resolusi jihad. Menurut dia, hal itu mengingatkan kembali perjuangan para ulama yang ikut mempertahankan NKRI dari tangan penjajah.

Resolusi jihad dicetuskan para ulama pada 22 Oktober 1945. Resolusi inilah yang memicu perlawanan sengit rakyat Surabaya pada pertempuran selama tiga hari di Kota Pahlawan tersebut, papar Kiai Sya'roni. Menurut dia, resolusi jihad saat ini bertujuan untuk memberantas kemiskinan, keterbelakangan, dan korupsi.(an/rb/suaranews)

Konsekuensi Jika Menjadi Keluarga Pejabat

becak Assalamualaikum Wr Wb
Menurut saya salah satu faktor penting penyebab korupsi di Indonesia adalah gaya hidup hedonis keluarga pejabat yang dibentuk oleh si pejabat itu sendiri. Pertanyaan saya, bagaimana seharusnya pendidikan yang diberikan kepada anggota keluarga oleh para pejabat menurut Islam?

Ahmad Aman-Bogor

 

 

Jawaban:

Waalaikumsalam Wr Wb

Gaya hidup memang menjadi faktor terpenting maraknya kasus-kasus korupsi di kalangan pejabat, berikut ini teladan dari Rasulullah SAW yang patut kita contoh:

Suatu hari sahabat Nabi SAW yang bernama Tsauban RA berkata, "Suatu ketika, Rasulullah masuk ke tempat Fatimahh bersamaku, saat itu Fatimah mengambil dari lehernya seuntai rantai dari emas dan berkata, "(Kalung) saya ini hadiah dari Abu Hasan (panggilan suaminya)."

Lalu Rasulullah berkata, "Hai Fatimah apakah engkau gembira, apabila orang-orang berkata: Ini Fatimah binti Muhammad dan di lehernya ada rantai dari api. Setelah itu keluarlah Rasulullah SAW. Oleh Fatimah hasil penjualan kalung rantai emas itu digunakan untuk membeli seorang budak, lalu dimerdekakannya."

Setelah Rasulullah mengetahui apa yang diperbuat oleh Fatimah, Rasulullah bersabda: "Alhamdulillah (Syukur kepada Allah), yang telah menyelamatkan Fatimah dari api neraka." (HR an-Nasa'i, Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim).

Sungguh teladan indah yang dicontohkan keluarga Rasulullah SAW. Walaupun kalung emas itu hadiah halal dari suaminya, namun Fatimah melepaskan dan menjualnya demi membebaskan seorang budak. Kasus di atas memiliki kaitan yang sangat erat antara pembebasann budak dann terbebas dari siksa api neraka.

Para pejabatlah yang paling bertanggung jawab dan menjadi teladan dalam membebaskan rakyatnya dari belenggu kemiskinan dengan harta pribadinya yang halal dan cara itu pula yang dapat membebaskan mereka dan keluarganya dari siksa api neraka. Wallahu a'lam bis shawab.

Oleh: Ustad Bachtiar Nasir

Hotel di Filipina Siapkan Jaminan Halal

hotel Suaranews - Citra Mindanau mungkin mengingatkan kita pada konflik di Filipina Selatann. Namun, cerita kali ini berbeda. Sebuah hotel bisnis milik pengusaha Muslim, Hotel El Bajada, rencananya akan dibuka pada 1 Desember. Pemilik hotel mencoba menawarkan berbagai produk, termasuk jaminan halal atas sajian makanan di restoran hotel.

Joy B Almanzor, penasihat keuangan pemilik hotel Esmael W Ebrahim dari Ebgum Enterprises, mengatakan, hotel dengan 68 kamar ituu berharap bisa menarik wisatawan Muslim dari negara-negara Muslim seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

"Sisi menarik dari hotel ini, selain dilengkapi fasilitas yang dicari wisawatann, adalah juga menawarkan tarif murah dengan harga termurah di kamar single, hanya 18,44 dolar AS (Atau Rp 170 ribu, red)," kata Almanzor seperti dikutip Mindanau Times.

Namun, bukan berarti hotel ini khusus Muslim. Manajemen hotel memastikan bahwa siapa saja yang mencari penginapan yang berkualitas akan tetap diterima. Dengan 60 karyawannya, manajemen memastikan mereka merupakan petugas hotel yang kompeten karena telah mendapatkan pelatihan dari konsultan yang ahli dalam pengoperasian hotel di Manila. Konsultan kini telah melatih karyawan baru dan siap menjalankan hotel seharga dua juta dollar AS ini.

Hotel yang akan dinamai El Bajada Hotel ini, berdasarkan lokasinya, juga akan melayani pelancong bisnis yang mencari hotel yang pantas dengan uang yang mereka bawa. "Kami juga akan segera mengajukan akreditasi dari Departemen Pariwisata," tambah Almanzor.

Selain restoran dengan jaminan halalnya, El Bajada juga memiliki tiga ruangan yang bisa difungsikan menjadi satu untuk menampung rombongan sebanyak 500 orang. Satu ruangan fungsional ini sanggup membuat 150 orang.

El Bajada juga akan memiliki gerai kopi di lobi yang akan menawarkan jenis kopi dari Pikit, kota di Maguindanau yang memiliki kualitas biji kopi terbaik. Toko kopi ini juga menawarkan makanan lezat khas orang Moro lainnya, pastil, nasi dibungkus daun pisang dengan irisan ayam di dalamnya.

Hotel yang sudah memiliki penyewa ini menawarkan perangkat tambahan pula seperti pijat, spa, dan kosmetik. Almanzor mengatakan, hotel akan mencari berbagai cara untuk mempermudah penyewanya.

El Bajada berdiri di antara sedikitnya bisnis yang menawarkan konsep halal di kota tersebut. Hotel ini juga menjadi jawaban dari keinginan beberapa kelompok Muslim, termasuk pejabat pemerintah yang mencari bisnis dengan jaminan halalnya.

Direktur Pariwisata Regional Arturo P Boncato JR mengatakan bahwa investasi baru di bidang pariwisata sangat disambut. Berdasarkan data pemerintah, kawasan pinggiran Filipina memiliki sekitar 3.000 kamar hotel, termasuk hotel yang lebih kecil.

Ebrahim sebagai pemiliki El Bajada, dikenal sebagai pengusaha di Kota Cotabato. Ia baru mulai terjun di bisnis perhotelan setelah diyakinkan kawannya bahwa industri pariwisata sedang meledak.

"Menjalankan hotel bukan jalur utama bisnis saya. Tapi, karena saya percaya industri ini sedang berkembang, saya memutuskan untuk menerima tantangan," katanya yang juga memiliki pabrik kertas terbesar di Cotabato. Baru tahun lalu Ebrahim mendapatkan pinjaman dari Bank Al-Amanah Islamic untuk membeli bangunan dan mengubahnya menjadi hotel.

Mindanau sendiri dikenal sebagai daerah yang banyak dihuni oleh umat Muslim dari Suku Moro, dan etnis lain seperti Marano dan Tausug. Tetapi, kehadiran mereka semakin tergusur oleh pendatang yang mayoritas non-Muslim. Hal ini menimbulkan ketegangan tersendiri dengan warga asli.

Ketersisihan selama beberapa dekade membuat kemajuan Mindanau tertinggal dibandingkan wilayah lain di Filipina. Sejumlah gerakan separatis muncul di wilayah ini, seperti Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dan kelompok Abu Sayyaf di Pulau Jolo. Namun, keberhasilan Ebrahim membangun hotel tampaknya memberi nuansa lain di Mindanau. (rb/suaranews)